KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT SUKU BAJO

http://www.ejawantahtour.com/2014/09/kearifan-lokal-masyarakat-suku-bajo.html Kearifan Lokal Masyarakat Suku Bajo.-  Suku Bajo merupakan suku yang dikenal dengan sebutan gypsi laut, dan keberadaannya bukan hanya di Indonesia, namun hingga ke daerah negeri tetangga yaitu Thailand dan Philipina.

Mayoritas masyarakat suku Bajo ini berikar menjadikan laut sebagai sahabat alam dan memilih laut diantara luasnya daratan sebagai tempat penghidupan mereka. Sulawesi bagian dari ribuan pulau di Indonesia yang menjadi salah satu tempat persinggahan masyarakat suku Bajo.

Masyarakat suku Bajo di sini mayoritas telah memeluk agama Islam, dan rata-rata mereka memiliki kehidupan di atas bentang samudera alias sebagai manusia perahu. Perahu kecil yang dijadikan rumah mereka untuk mengarungi lautan yang luas. Dan permukaan laut yang membentang luas menjadi fenomena pemandangan alam di depan rumah mereka.

Di rumah perahu para keluarga dari suku Bajo tinggal, dan mereka tinggal bersama sanak keluarga untuk membangun kebahagian dan mengikuti bisikan hati. Di belakang rumah perahu masyarakat suku Bajo terdapat perahu kecil yang dikaitkan sebagai pelengkap sarana transportasi tambahan. Dan perahu kecil tersebut sewaktu-waktu dapat dilepaskan untuk berburu ikan di laut lepas.

Keterbatasan akan ruang yang ada di rumah perahu, tampaknya tidak dirasakan sempit bagi mereka masyarakat suku Bajo. Bahkan menurut informasi yang saya terima. di dalam rumah perahu tersebut dihuni dengan 3 kepala keluarga yang mempunyai satu keturunan darah.

Lanjut.........
Masyarakat suku Bajo memandang laut sebagai saudara dan setengah kehidupannya mereka habiskan dengan luasnya laut. Bagaikan burung mencari makanan yang bebas, dari ujung ke ujung masyarakat suku Bajo telah menjelajahi kemegahan birunya sang liga. Ilmu kelautan dan cara hidup yang santun menjadi adat tradisi yang terwarisi oleh masyarakat suku Bajo dari nenek moyang mereka.

Bagi masayrakat Bajo laut merupakan media Tuhan dalam membentuk segala keberkahan. Di laut mereka tinggal, mereka dapat makan, mereka dapat menemukan kesenangan, dan di laut pula mereka membuang segala bentuk kesedihan.

Laut yang luas megah dan kaya, ikan yang beranekaragam serta matahari yang berlimpah merupakan simbol kebaikan alam semesta bagi masyarakat suku Bajo yang menawarkan pesona keindahan yang siap memberikan kehidupan bagi mereka yang memahami alam dan turut menjaganya.

Kearifan lokal Suku Bajo memberikan sebuah pembelajaran bagi kita bahwa dengan sikap yang santun serta pemanfaatan alam yang bijak menjadi sentuhan kelestarian setiap keberkahan yang di berikan oleh Tuhan untuk masayrakat suku Bajo ini.

Lanjut.........
Matahari tak pernah berhenti menyapa embun pagi yang selalu menyinari kehidupan mereka. Di atas laut lepas dengan tiang kokoh yang terpancang batu karang masyarakat suku Bajo yang tetap menjunjung tinggi bumi pertiwi Indonesia.

Salah satu kelebihan dan kemampuan dari orang Bajo salah satunya adalah melakukan penyelaman tanpa bantuan alat pernapasan apapun hingga ke dasar laut, namun sekali-kali mereka terlihat muncul kepermukaan air laut untuk menyambung napas untuk meneruskan kembali perburuan ikan di dalam air laut kembali.

Hanya berbekal kacamata renang dan tombak yang khas, orang Bajo mampu berenang hingga ke dasar laut untuk mencari ikan atau pun kerang hanya seperlunya sebagai memenuhi kebutuhan kehidupan mereka hari ini dan esok hari.

Berapapun jumlah hasil tangkapan ikan, mereka selalu menyapa dengan sebuah senyuman sebagai umpan balik yang terbaik untuk lautan luas yang senantiasa memenuhi segala kebutuhan kehidupan masyarakat suku Bajo.

Lanjut..........
Bila tidak mengembara di laut, orang Bajo singgah di daerah yang memiliki gelombang ralativ tenang di sebuah teluk yang memiliki daratan. Seperti di lokasi inilah mereka mendirikan rumah-rumah panggung sederhana sebagai tempat persinggahan mereka, ketika rumah-rumah perahu mereka berlabuh.

Selain melaut masyarakat suku Bajo juga kerap menggarap sepetak lahan ladang untuk menanam umbi-umbian dan sayuran yang mereka butuhkan sebagai pelengkap makan keluarga. Kosep hidup sederhana dan peyelarasahan dalam sebuah kearifan lokal tradisi masyrakat suku Bajo atau orang sama berjuang mempertahankan kehidupan mereka.

Namun, dari semua potret kearifan lokal masyarakat suku bajo ini ada yang menarik perhatian bagi diri saya di lokasi ini. Di mana dibawah langit dan teriknya matahari mereka selalu teguh menjadi saksi bahwa rahmat Tuhan tidak akan pernah berhenti. Langkah maju yang tidak pernah terhenti, kokoh berdiri menatap langit merupakan wujud dari kepercayaan diri bagi mereka. Meski lautan menjadi tanah air bagi mereka yang tidak berteritorial namun, nama Indonesia tetap di hati sanubari masyarakat suku Bajo ini.

Kearifan Lokal Suku Bajo mengajarkan kepada kita bahwa manusia dan alam merupakan sebuah keserasian Mahakarya Tuhan Yang Maha Esa.  Di mana manusia sebagai simbol keberlangsungan dan keharmonisan kehidupan alam raya sebagai sahabat tempat penghidupan yang selalu diisi dengan sebuah senyum ringan tanpa beban, hidup bersama alam tanpa kesulitan yang menjadikan sebuah barometer cinta kasih mereka terhadap alam. Itulah sebuah pembelajaran dari Kearifan Lokal Masyarakat Suku Bajo.[]


Salam wisata,

Sumber Photo : www.nature.or.id

Tips Jalan-Jalan Tanpa Repot: Solusi Cerdas Untuk Perjalanan Wisata

http://www.ejawantahtour.com/2014/09/tips-jalan-jalan-tanpa-repot.html Tips Jalan-Jalan Tanpa Repot.- Melakukan perjalanan ke suatu daerah tentu kita sering kali di repotkan dengan banyaknya perbekalan yang harus kita bawa. Dari pakaian, peralatan kecantikan, peralatan mandi, makanan cemilan hingga pernak-pernik penunjang lainnya seperti laptop, gadget, kamera dan sebagainya. Sehinga hal ini membuat tas yang kita bawa menjadi banyak dan membuat kita kerepotan mengurus barang bawaan untuk perbekalan kita sendiri. He,, he,, he,,,

Bukan menjadi rahasia umum bila kita akan melakukan perjalan, 5 atau 3 hari sebelum perjalanan di mulai kita sudah mulai berpikir barang apa saja yang kana kita bawa. Apalagi bila kita jalan-jalannya bersama anak dan keluarga. Namun, bagaimana bila perjalanan tersebut hanya melibatkan diri kita sendiri ? Apakah sama repotnya seperti jalan-jalan bersama keluarga ?......

Dari beberapa pengalaman pribadi saya melakukan perjalanan wisata di beberapa daerah, hal ini sering sekali saya temukan kepada para traveller yang tidak terbiasa melakukan perjalanan. Bahkan saya peribadi bingung melihat traller melakukan perjalanan wisata seperti mau pindah rumah. Mereka bisa membawa 2-4 tas dalam melakukan perjalanan. Tentunya hal ini sangat merepotkan bukan ? Kebanyakan orang tentu tidak ingin merasakan seperti itu. Sebenarnya hal seperti itu bisa kita atasi, asalkan kita pandai mensiasatinya. Bukan tidak mungkin malah jalan-jalan kita tidak perlu lagi direpotkan dengan hal yang ribet.

Dari pengalaman pribadi dan kebanyakan rekan yang sering melakukan perjalanan wisata di beberapa daerah, biasanya kita melakukan perjalanan antara 2-3 hari; bahkan waktu yang lama 7-14 hari ke daerah. Untuk mengatasi agar kita tidak terlalu repot dengan barang bawaan kita dan memakan tempat bagasi kendaraan, bus, kereta api, kapal laut atau pun pesawat yang harus kita bayar bila kelebihan muatan, di bawah ini ada beberapa tips yang biasa dijalankan oleh para trevellers.

Tips Jalan-Jalan Tanpa Repot
  1. Sesuaikan Pakaian Yang Akan Dibawa. Mungkin hal ini mudah bagi para kaum lelaki, namun belum tentu mudah bagi para kaum wanita. Terkadang semua jenis pakaian bisa dibawa pada saat perjalanan wisata. Cara mengatasinya adalah dengan mencari tahu terlebih dahulu tempat destinasi wisata tujuan yang akan kita tuju dengan keadaan cuaca setempat pada saat kita akan tiba di sana. Selain itu, kita dapat memperhitungkan jumlah waktu perjalanan untuk menentukan pakaian yang kita butuhkan pada saat kita di sana. Kita bisa memilih pakaian yang agak tipi dan  gelap jika kita melakukan perjalanan wisata ke daerah tropis, Hal ini akan mempermudah kita untuk menentukan pakaian apa yang akan kita bawa pada saat melakukna perjalanan wisata nantinya, sehingga tdak perlu ruang banyak di koper ataupun tas ransel yang akan kita bawa.
  2. Sesuaikan Sepatu Dan Alas Kaki Yang Tepat. Untuk sepatu dan alas kaki sebaiknya kita memilih yang tidak terlalu ribet, kita dapat memilih model alas kaki sandal atau flat shoes, sehingga tidak terlalu membutuhkan ruang banyak untuk penyimpanan di tas koper ataupun ransel yang akan kita bawa.
  3. Mempelajari Lokasi Tujuan Perjalanan. Pada saat kita akan melakukan perjalanan wisata, sebaiknya kita harus mencari tahu apakan tempat kita akan menginap menyediakan pengering rambutm sabun, sampo, ataupun handuk. Jika hal tersebut tersedia, kita tidak perlu membawanya. Lain halnya jika kita menginap di penginapan berpa wisma, asrama, ataupun hotel melati tanpa fasilitas tersebut. Bila kta akan mebawa perlengkapan mandi, sebiaknya kita menggunakan tempat tersendiri yang kecil untuk menempatka sampo dan sabun cair, Jadikanlah satu dengan peralatan kosmetik khusus yang bisa kita gunakan (bagi kaum wanita).
  4. Sesuaikan Tas Yang Akan Dibawa. Untuk tempat barang bawaan kita dalam perjalanan kita akan memmerlukan tas. Dan pilihlah tas yang mudah dibawa dan bisa diletakan di dalam kendaraan seperti mobil, bus, kereta apai, dan kabin pesawat. Kita dapat memilih tas koper mini dengan roda yang bisa dijadikan tas punggung agar bisa lebih mudah dibawa.
  5. Pandai Memanfaatkan Teknologi. Bagi kita yang suka membaca, atau pun photografi, kita bisa memanfaat teknologi yang ada pada tablet ataupun ponsel cerdas yang memiliki resolusi megapixel yang cukup memenuhi kebtuhan selera kita.
Tips jalan-jalan tanpa repot tersebut di atas merupakan pengalaman pribadi saya ataupun beberapa rekan yang sering melakukan perjalanan wisata, dan menurut kebanyakan orang solusi ini sangat cocot untuk perjalanan liburan. Namun, tips tersebut hanya dapat kita gunakan untunk perjalanan wisata yang bersifat liburan, dan bukan tugas kantor atau pun melakukan ekspedisi liputan dan sebagainya.

Bagi para sahabat atau pun pembaca setia Ejawantah Wisata yang memiliki pengalaman untuk berbagi mengenai tips agar jalan-jalan liburan menjadi ringan dan tidak pakai repot, bisa berbagi di kolom komentar. Karena dari masing-masing orang tentu memiliki tips tersenditi untuk mengatasi hal ini. Mari kita berbagi Tips Jalan-Jalan Tanpa Repot.[]


Salam wisata,

Tips Aman Bermain Di Taman Rekreasi

http://www.ejawantahtour.com/2014/09/tips-aman-bermain-di-taman-rekreasi.htmlTips Aman Bermain Di Taman Rekreasi.- Jalan-jalan bersama keluarga dan teman di taman rekreasi tentu sangat mengasyikan untuk kita. Ada kalanya waktu yang lama menjadi sekejab tanpa terasa untuk kita habiskan dalam menikmati liburan. Tanpa kita sadari ada kalanya kita lupa dengan asupan makanan dan minuman yang kita konsumsi pada saat kita bermain di taman rekreasi.

Dari beberapa pengalaman pribadi dalam melakukan perjalanan wisata di lokasi taman rekreasi tentu kita sering diingatkan orang-orang terdekat kita untuk waktu makan siang, bahkan mengkonsumsi asupan makanan yang tepat pada saat melakukan perjalanan wisata di lokasi taman bermain, seperti taman bermain outdor maupun indor bukan ?

Di bawah ini ada beberapa tips aman untuk dilakukan pada saat kita bermain di taman rekreasi.
  1. Hindari Diri Dari Dihidrasi. Kita dapat mengkonsumsi makanan yang cukup seperti buah, dan dalam hal ini hindarilah minuman yang mengandung soda, dan perbanyak minum air putih atau minuman yang dapat mengimbagi ion dalam tubuh kita. Karena pada saat ita melakukan wisata di taman rekreasi, biasanya kita lupa akan bahayanya tubuh kita bila terserang dengan dehidrasi akibat kepanasan dan kelelahan akibat lupa kontrol diri.
  2. Hindari Kulit Terbakar Karena Cahaya Matahari. Bila kita bermain di taman rekreasi di luar ruangan, kulit tubuh kita tanpa kita sadari dapat kering akibat cahaya matahari. Untuk pencegahannya, kita dapat menggunakan tabir surya pada kulit tubuh kita yang langsung terkena sinar matahari berjam-jami.Sebagai informasi tambahan topi dan kaca mata hitam dapat membantu untuk pencegahan sinar matahari agar tidak langsung mengenai bagian kepala dan muka.
  3. Hindari Antrian Panjang. Hal ini agar tidak menguras tenaga kita untuk mengantri pada saat akan menikmati wahana permainan di taman rekreasi.
  4. Sesuaikan Kemampuan Dalam Hal Memilih Jenis Permainan. Terkadang kita saking senangnya hingga kita lupa akan kemampuan diri kita untuk menikmati permainan di taman rekreasi. Dengan memilih permainan yang tepat, maka liburan kita tidak perlu di seibukkan untuk mengurus hal-hal yang tidak diinginkan terjadi juga kan ? he,, he, he,,,
  5. Pandai Menikmati Segala Suasana. Sering kali dalam wahana permainan di taman rekreasi kita menemukan permaianan yang menegangkan. Sehingga kita tidak mampu menikmati waktu liburan. Bila hal ini sudah mulai terasa tanda-tandanya. Luangkan waktu untuk bersantai, dan ambillah ruang yang agak luas untuk kita dapat menghirup udara segar. baringkanlah tubuh kita sejenak jika perlu, hal ini untuk menjaga keseimbangan adrenalin yang terpacu dalam diri kita kembali dalam posisi normal seperti sedia kala.
Tips tersebut di atas merupakan pengalaman pribadi saya selama menjalankan perjalanan wisata di tempat tampan rekreasi yang terbuka yang sering saya dapatkan dari beberapa rekan juga di lapangan. Semoga dari pengalaman ini dapat bermanfaat bagi para rekan-rekan atau pun pembaca setia Ejawantah Wisata. bagi para sahabat atau pun pembaca yang akan menambahkan tips dari pengalaman pribadi silahkan di dalam kolom komentar, semoga bermanfaat untuk orang banyak Tips Aman Bermain Di Taman Rekreasi.[]


Salam wisata,

Membangun Minat Belajar Anak Dengan Wisata Edukasi

http://www.ejawantahtour.com/2014/09/membangun-minat-belajar-anak-dengan-wisata-edukasi.htmlMembangun Minat Belajar Anak Dengan Wisata Edukasi.- Minat belajar pada anak bisa kita bangun pada saat usia sedini mungkin pada masa pertumbuhannya. Namun, sebagai orang tua harus jeli melihat keinginan tahuan anak, agar meraka dapat dirahkan secara positif.

Salah satu membangun minat anak dalam belajar bisa dilakukan dengan mengunjungi tempat wisata yang memiliki sarana hiburan dan edukatif. Di mana mereka dapat merasakan dan langsung terlibat dalam suatu kegiatan di arena permainan yag bersifat mendidik.

Salah satu contohnya pada saat saya menemukan sebuah ruangan yang dipenuhi dengan anak-anak yang sedang memperhatikan seorang instruktur yang sedang menerangkan fungsi organ pada tubuh manusia. Mereka telihat sangat serius dan tenggelam dalam suasana yang nyaman di tempat tersebut, Dan hampir setiap anak mendengarkan penjelasan dari seorang instruktur tersebut dengan serius.

Disamping membangun minat belajar anak, wisata edukasi juga dapat memberikan pembelajaran kepada anak untuk bisa mengambil hal positif dari apa yang telah mereka lakukan. Dalam hal ini anak-anak pun bisa belajar arti dan manfaat kesehatan dan fungsinya dalam tubuh manusia,

Dalam penilaian saya secara pribadi, dengan mengunjungi arena permainan dan hiburan yang bersifat edukatif, dapat membangun minat anak untuk lebih suka dengan pelajaran tanpa harus di paksakan oleh siapa pun. karena kehidupan anak tdak lepas seperti kehidupan orang dewasa disekelilingnya. Dia tumbuh dan berkembang dengan minat yang di bangun dari hasil pengenalan dengan cara dan bahasa mereka, dan tidak ada salahnya bila kita mencoba Membangun Minat Belajar Anak Dengan Wisata Edukasi.[]


Salam wisata,

Pulau Menui: Wisata Sejarah Asal Mula Pulau Menui

http://www.ejawantahtour.com/2014/09/pulau-menui-wisata-sejarah-asal-mula-pulau-menui.html Pulau Menui: Wisata Sejarah Asal Mula Pulau Menui.- Pulau Menui terletak di Kecamatan Kepulauan yang berbatasan dengan wilayah Kecamtan Bungku Selatan dan Teluk Banda di sebalah utara, di sebelah selatan  pulau ini berbatasan dengan wilayah Provinsi Sulawsi Tenggara, sebelah timur berbatasan dengan  perairan Laut Banda, dan di sebelah barat berbatasan dengan wilayah Provinsi Sulawesi tengara.

Pulau Menui bisa dikatakan merupakan kawasan wisata maritim, karena kawasan ini terletak antar desa dan kelurahan yang dapat ditempuh melalui jalur darat maupun laut. Ibu kota Kecamatan Menui terletak di Desa Ulunambo yang merupakan wilayah strategis untuk seluruh aktifitas di Kecamatan.

Konon menurut cerita dan catatan sejarah di kawasan Pulau Menui dulunya pulau ini ditemukan oleh seorang pedagang dari Kerajaan Bone pada abad ke-14 dalam perjalanan pulang dari Maluku. Dan pada masa itu Kerajaan Bone menjalin hubungan dagang dengan Maluku.

Lanjut cerita.....
Pulau Menui yang pada saat itu merupakan wilayah yang memiliki posisi strategis sebagai tempat persinggahan pulang pergi dari Bone-Maluku dan sekitarnya. Setelah para pedagang tersebut mengelilingi Pulau Menui, ternyata tidak ada tanda-tanda bahwa pulau itu dihuni oleh manusia.  Dan pada saat itu Pulau Menui masih terlihat sangat asri alamnya dan banyak pohon tropis yang tumbuh di ata bebatuan yang tajam.

Pada saat mereka mengelilingi Pulau Menui, suara ayam berkoko dari kejauhanpun terdengar, dan berkatalah dianatara mereka. Menue (ayam). Dan pada akhirnya pulau ini dinamakan dengan Pulau Menui.

Versi cerita sejarah mengenai asal mula Pulau Menui tersebut di atas. Sampai saat cerita tersebut masih bisa kita dapatkan di kawasan Pualu Menui. Bahkan kita akan mendapatkan cerita unik lainnya dari kisah sejarah tentang asal mula Pual Menui dari versi yang berbeda, inilah yang saya dapatkan dari versi cerita tersebut.

Lanjut cerita asal mula Pulau Menui versi ke-2.........
Pulau Menui yang konon dulunya merupakan pulau besar dan terbagi menjadi tiga bagian yang diperintah oleh tga orang raja bersaudara dengan sebutan makoleniti yang berarti "bangsawan yang turun dari kayangan".

Ketiga raja tersebut diturunkan dari kayangan ke sebuah tempat yang diebut Fafongkulasi yang berarti puncak gunung tertinggi di pedesaan Torokuno, dengan membawa pusaka sebuah gong putih besar yang disebut Tafa-tafa Bula berkepala emas.

Wilayah ketiga raja tersebut tersebar di beberapa titk,  yang tertua bermukim di Fafono atau Fafongkulai, yang kedua bermukim di Menui timur atau Menui Pandua, dan yang ke tiga memerintah di Duhaka.

Sedangan untuk versi cerita asal mula Pulau Menui yang ke-3........
Penduduk asli Pulau Menut adalah keturunan dari Tolaki yang dikenal dengan sebutan Konafe. Pulau Menui pertama kali didiami oleh Mokole.Tirau dari Konafe dan Mokole Pangulele dari Sampara Kerajaan Tolaki atau Konafe.

Di anatar Desa Matano dan Matarape terdapat sebuah lubang yang berisi air tawar kecil, airnya pun dapat di timba dan diambil dengan menggunakan tangan. Konon menurut cerita, ketika Mokole kehabisan air dan tidak dapat mengambil air, lantas kapalnya berlabuh, dan Mokole turun kedarat lalu menusukkan tongkatnya ke tanah. Dan ajaibnya, dari hasil tusukan tongkatnya itu keluarlah air dari dalam tanah, dan sampai hari ini airnya masih bisa dimanfaatkan oleh para nelayan atau pelayar bila kekurangan air.

Pada akhirnya Pulau Menui dan sekitarnya dikuasai oleh Kerajaan Bungku, maka berdatanganlah penduduk baru dari suku Bungku, suku Buton dan Suku Tolaki. Dari penduduk baru inilah masyarakat Pulau menui berkembang melalui pernikahan dan pembauran dengan penduduk asli.

Konon, penemuan orang Menui asli yang pertama di lakukan oleh Kerajaan Bungku, yaitu di Fafongkulai atau Turukuno. Di tempat ini terdapat delapan gubuk atau pondok kecil dengan ketua adatnya adalah Bongkoliki kemudian dilantik dan diangkat menjadi Sangaji Suku Fafongkulai atau Tutukuno yang pertama untuk mengetuai dan memimpin penduduk asli Menui dalam melanjutkan pemerintahan Kerajaan Bungku.

Tembe dibangun sebuah perkampungan oleh Mokole Kasilainafa sebagai pemimpin orang Bungku pertama yang menemukan Pulau Menui yang diperintahkan untuk mendiami dan mengatur pemerintahan bersama keluarganya.

Kemudian Mokole  Paisusu dan Mokole Satofa  yang dilantik oleh Raja Laupeke dan anak Mokole Igalu yang bernama Abdul Razak kemudian menjadi Raja Bungku pada tahun 1931 - 1937 di Bangku.

Tokoh-tokoh yang pernah memegang pemerintahan sebagai Sangaji atau Kapita pada zaman Kerajaan Bungku sampai masuknya penjajahan Belanda adalah Bongkoliki, Muara, Laoreo, Lagarasi, Baraimani, Leusu, Maluarga, dan Maligasi.  Sedangkan untuk Tokong yang terkenal dan menonjol pada masa itu adalah Sangaji Lagarasi dan Kapita Baraimani.

Bukan hanya pemandangan yang unik dan masih asri bisa kita temukan di tempat wisata di Pulau Mnui, lebih dari itu kita pun akan mendapatkan cerita dari keunikan dengan beragam warna versi cerita dai kisah yang dituturkan di daerah Pulau Menui: Wisata Sejarah Asal Mula Pulau Menui.[]


Salam wisata,

Sumber : Ensiklopedi Cerita Rakyat.

Wisata Budaya Lebaran Betawi Di Monas

http://www.ejawantahtour.com/2014/09/wisata-budaya-lebaran-betawi-monas.html Wisata Budaya Lebaran Betawi Di Monas.- Lebaran Betawi yang diselenggarakan pada tanggal 13 - 14 September 2014 banyak dikunjungi oleh para warga masyarakat Jakarta dan sekitarnya.

Dari informasi yang terdapat di beberapa media online acara Lebaran Betawi 2014 ini di selenggarakan sebagai bentuk nyata melestarikan budaya Betawi dan juga sebagai ajang silaturahmi warga Jakarta sambil berwisata di tempat wisata Monas dan akan menyedot 10.000 pengunjung yang di targetkan.

Pada acara yang beralngsung selama dua hari, dan kita akan banyak menemui stand tradisonal masyarakat Jakarta yang bina oleh pemerintah DKI Jakarta. Dari kuliner tradisonal Betawi sampai dengan kesenian tradisonal asal Betawi yang merupakan masyarakat asli Jakarta.

Tidak kalah menariknya acara Lebaran Betawi 2014 ini dimeriahkan oleh artis-artis ibu kota asal Betwai yang kana menghibur masyarakat dengan keragaman kesnian asli Betasi. Dan ini merupakan salah satu daya tarik wisatawan untuk daat mengetahui kesenian dan kuliner asli dari masayrakat Betawi dengan mudah.

Selain sebagai media hiburan, acara Lebaran Betawi yang diselnggarakan di Monas jakarta juga dapat menjadi sebuah media rekreasi dan edukatif bagi kita bersama keluarga dan kerabat. Dan tidak kalah pentingnya ini akan menjadi suatu sarana rekreasi murah meriah bagi para wisatawan domestik dan mancanegara untuk mengenal lebih dekat dengan unsur kebudayaan Betawi yang masih kental dan terpelihara di tengah-tengah derasnya kehdiupan dunia modern.

Minggu, 14 September 2014 ini merupakan hari terakhir bagi kita untuk dapat menyaksikan acara Lebaran Betwai yang di selenggarakan di Manos Jakarta. bagi teman-teman atau pun pembaca setia Ejawantah Wisata yang ingin mencari hiburan rakyat murah meriah, dapat mengajak keluarga atau pun kerabat untuk melakukan perjalanan Wisata Budaya Lebaran Betawi Di Monas.[]



Salam wisata,

Sumber : Antara

Traveling Kota Tua Di Pulau Dum Papua Barat

http://www.ejawantahtour.com/2014/09/traveling-kota-tua--pulau-dum-papua-barat.html Traveling Kota Tua Di Pulau Dum Papua Barat.-  Dum atau Doom salah satu Pulau dekat Kota Sorong Papua Barat. Konon Pualu Dun memiliki riwayat perjalanan sejarah yang panjang dalam peradaban manusia modern sejak lama dan telah masuk dalam peta kolonial Belanda pada abad ke-19. Dan kota ini berpotensi sebagai salah satu tempat wisata di kawasan Papua sebagai salah satu obyek wisata yang memiliki nilai sejarah dan memiliki pesona pemandangan alam yang indah.

Wilayah ini berkembang pesat setelah Belanda membangun semua keperluan dan kebutuhan pemerintah kolonial Belanda pada masa Perang Dunia II, dan pernah menjadi salah satu basis milter Jepang setelah berhasil mengalahkan Belanda. Itu sekilas informasi catatan perjalanan sejarah dari Pulau Dum.

Jejak peninggalan sejarah dari kolonial dan tetntara Jepang pun masih bisa kita lihat di Pulau Doom, dan bagi para wisatawan penikmat wisata sejarah tempat ini sangat mengsyikan, suasana kolonial Belanda yang terdapat di Pulau ini membuka sebuah fantasi kita untuk ikut tengggelam dalam nuansa jaman dulu.

Bila masayrakat kota mengenal dengan kendaraan taksi dari kendaraan mobil, di sini yang dijadikan sebagai taksi adalah sebuah perahu-perahu boat kecil. Di mana perahu-perahu tersebut bersandar di pinggiran dermaga yang sedang berlabuh selayaknya sebuah terminal yang riuh rendah.

Taksi laut itulah yang akan menghantarkan warga Dum yang ingin ke Kota Sorong untuk bekerja atau pun belanja untuk keperluan harian. Jarak waktu tempuh dari Kota Sorong ke Pulau Dum dengan menggunakan taksi laut sekitar +/- 15 menit, dengan tarif Rp. 4000,- / orang. Jasa angkutan taksi laut ini berlangsung 24 jam. Namun, bila menggunakan taksi laut ini pada malam hari biayanya tidak sama dengan siang hari, karena penumpangnya tidak banyak, dan tarif angkutnya Rp. 30.000,- / orang.

Sebagai tambahan informasi, bisnis taksi laut di kawasan ini berkembang sejak ada bisnis transportasi lau antara bekas Bandar Udara Yef man menuju Sorong. Mulai saat itulah bisnis rental perahu Yet Man ke Sorong pulang pergi di kelola bagi sebagian masayrakat Dum. Dan biaya sewa pada waktu itu berkisar Rp. 300.000,- / orang. Namun, setalah Bandar Udara Yat man ditutup, bisni usaha transportasi laut di kawasan ini menjadi sepi. Dan kini sebagian warga masyarakat beralih usaha rental mobil dari Kota Sorong ke kawasan Sorong Selatan, dan sebagian lainnya melayani paket wisata untuk menuju Raja Ampat.

Baca juga : Mengenal Wisata Papua Barat.

Lanjut......
Setalah mendarat di Paalu Dum, kita akan akan dijemput dengan becak-becak yang sudah mengantri penumpang, dan siap mengantarkan kita untuk traveling Kota Tua Di Pulau Dum Papua Barat ini, atau pun untuk keperluan lainnya. Di daerah ini becak menjadi salah satu kekhasan pulau ini. Dengan biaya ongkos Rp 30.000,- sampai Rp. 50.000,-  kita akan di hantar berkeliling dan jalan-jalan ke seluruh penjuru Dum. Namun, bagi kita yang suka dengan berjalan kaki, kota Dum ini bisa kita jelajahi dengan santai, karena tidak terlalu luas kawasan kota ini.

Masyarakat dan penduduk di kawasan Dum berasal dari berbagai etnis dan suku. Ada yang dari Nusa Tenggara, Jawa, Tionghoa dan Makasar.. Selama perjalanan dari Kota Sorong, Pulau Dum terlihat seperti dipadati rumah-rumah warga. Sebgian rumah masih berada di atas perairan, namun pemukiman warga sebgaian pula sudah memadati daerah kawasan daratan.

Infromasi yang saya terima dari beberapa tokoh masyarakat di lokasi, nama asal mula Dum bermula dari Maladu dari bahasa Moi. Mla berarti gunung; dan dum berarti geloban. Lengkapnya Meladum berarti gunung yang ditumbuhi geloban (yaitu sejenis tumbuh-tumbuhan atau tanaman).

Ada banyak hal yang dapat kita temukan Dum, salah satunya adalah bangunan jaman Belanda yang terletak di antara pemukiman dan daun yang tumbuh dengan lebat di kawasan ini, di sana terdapat sebuah komplek wsarisan jaman kolonial Belanda yang tertata rapih dengan tembok tebal dan kokoh yang di diami warga Dum. Konon, dulunya bangunan tersebut digunakan kolonial Belanda sebagai kantor, gudang dan pemukiman. Dan fasiltas publik masih membekas di sejumlah sdut Dum seperti jaringan air bersih, listrik, dan hunian warga dari keturunan orang Tiongkok.

Lanjut.........
Menurut informasi, dulunya Dum menjadi pusat kolonial Belanda yang di lengkapi fasilitas penunjang. Dan Belanda mulai membangun kawasan ini menjadi daerah pemukiman pada tahun 1908, kemudian disusul oleh orang Malaku yang menjalankan misi agama dengan kegiatan gereja. Hal inilah yang menjadikan kawasan Dum menjadi berkembang dan menjadi pangkalan strategi bagi Belanda sebelum peradaban menyentuh Sorong, di mana Kota Sorong masih berupa hutan belantara.

Dalam catatan perjalanan sejarahnya Dum terkenal dengan sebutan "The Haven van Doom", dan dikenal sebagai tempat niaga hasil laut dan kopra  Hingga kini gudang penyimpanan kopra masih dapat kita temukan di kawasan Dum, bila kita traveling kota tua di Pulau Dum Papua Barat kita dapat temukan gedung tersebut.

Sedangkan untuk lokasi yang paling tertua di Papua ada di kawasan Dum ini dan lokasi ada di  lapangan sepak bola. Dan bangunan Gedung Kesenangan buat berdansa pun hingga kini masih berdiri kokoh dan dihuni oleh satu keluarga, di bangun dari kayu besi dan msaih terdapat sisa-sias meja bar untuk melayani para tentara Belanda dulunya.

Sebuah banguanan rumah ibadaa gereja berwarna kuning yang berdiri pada tahun 1911 dengan dinding pelepah sagu yang kini tidak berfungsi lagi sebagai tempat ibadah, dan hanya sebagai tempat Pusat Pembinaan Warga Gereja Jemaat Bethel Dum. Sedangkan untuk aktifitasnya ibadahnya kini di pindah di atas puncak bukit Pulau Dum.

Banyak kisah dan cerita dengan peninggalan situs-situs bangunan tua di kawasan Dum yang bisa kita nikmati pada saat traveling di kota tua kawasan Papua Barat. Setelah puas berkeliling di kawasan Dum, kita bisa berlanjut ke pulau-pualu di sekitar kawasan ini, seperti Raam, Soop, hingga Yef Man dekat dengan Sorng yang menjadi tujuan pertama sebeluk ke Raja Ampat. Pulau yang padat ini bisa mejadi sebuah selingan perjalanan wisata kita pada saat kita berkunjung di kawasan Papua Barat.

Baca juga : Belajar Dari Kearifan Masyarakat Lompitol Raja Ampat.

Sebagai catatan, bila kita berkunjung ke kawasan Pulau Dum Papua Barat, jangan lupa untuk mencoba makanan khas tradisionalnya, apalagi bila kita bisa mencicipi jenis kuliner yang terbuat dari sukun yang diberi dengan gula kelapa itu rasanya enak banget di lidah loh.....

Semoga artikel perjalanan wisata ini dapat menjadi sebuah acuan bila para sahabat atau pun pembaca setia Ejawantah Wisata yang akan melakukn aperjalanan wisata di kawasan daerah timur Indonesia yang dikenal sebagai salah satu surganya dunia yang masih asri dan indah. Dan salah satunya kita bisa melakukan Traveling Di Kota Tua Pulau Dum Papua Barat.[]



Salam wisata,
Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus