Wisata Budaya Lebaran Betawi Di Monas

http://www.ejawantahtour.com/2014/09/wisata-budaya-lebaran-betawi-monas.html Wisata Budaya Lebaran Betawi Di Monas.- Lebaran Betawi yang diselenggarakan pada tanggal 13 - 14 September 2014 banyak dikunjungi oleh para warga masyarakat Jakarta dan sekitarnya.

Dari informasi yang terdapat di beberapa media online acara Lebaran Betawi 2014 ini di selenggarakan sebagai bentuk nyata melestarikan budaya Betawi dan juga sebagai ajang silaturahmi warga Jakarta sambil berwisata di tempat wisata Monas dan akan menyedot 10.000 pengunjung yang di targetkan.

Pada acara yang beralngsung selama dua hari, dan kita akan banyak menemui stand tradisonal masyarakat Jakarta yang bina oleh pemerintah DKI Jakarta. Dari kuliner tradisonal Betawi sampai dengan kesenian tradisonal asal Betawi yang merupakan masyarakat asli Jakarta.

Tidak kalah menariknya acara Lebaran Betawi 2014 ini dimeriahkan oleh artis-artis ibu kota asal Betwai yang kana menghibur masyarakat dengan keragaman kesnian asli Betasi. Dan ini merupakan salah satu daya tarik wisatawan untuk daat mengetahui kesenian dan kuliner asli dari masayrakat Betawi dengan mudah.

Selain sebagai media hiburan, acara Lebaran Betawi yang diselnggarakan di Monas jakarta juga dapat menjadi sebuah media rekreasi dan edukatif bagi kita bersama keluarga dan kerabat. Dan tidak kalah pentingnya ini akan menjadi suatu sarana rekreasi murah meriah bagi para wisatawan domestik dan mancanegara untuk mengenal lebih dekat dengan unsur kebudayaan Betawi yang masih kental dan terpelihara di tengah-tengah derasnya kehdiupan dunia modern.

Minggu, 14 September 2014 ini merupakan hari terakhir bagi kita untuk dapat menyaksikan acara Lebaran Betwai yang di selenggarakan di Manos Jakarta. bagi teman-teman atau pun pembaca setia Ejawantah Wisata yang ingin mencari hiburan rakyat murah meriah, dapat mengajak keluarga atau pun kerabat untuk melakukan perjalanan Wisata Budaya Lebaran Betawi Di Monas.[]



Salam wisata,

Sumber : Antara

Traveling Kota Tua Di Pulau Dum Papua Barat

http://www.ejawantahtour.com/2014/09/traveling-kota-tua--pulau-dum-papua-barat.html Traveling Kota Tua Di Pulau Dum Papua Barat.-  Dum atau Doom salah satu Pulau dekat Kota Sorong Papua Barat. Konon Pualu Dun memiliki riwayat perjalanan sejarah yang panjang dalam peradaban manusia modern sejak lama dan telah masuk dalam peta kolonial Belanda pada abad ke-19. Dan kota ini berpotensi sebagai salah satu tempat wisata di kawasan Papua sebagai salah satu obyek wisata yang memiliki nilai sejarah dan memiliki pesona pemandangan alam yang indah.

Wilayah ini berkembang pesat setelah Belanda membangun semua keperluan dan kebutuhan pemerintah kolonial Belanda pada masa Perang Dunia II, dan pernah menjadi salah satu basis milter Jepang setelah berhasil mengalahkan Belanda. Itu sekilas informasi catatan perjalanan sejarah dari Pulau Dum.

Jejak peninggalan sejarah dari kolonial dan tetntara Jepang pun masih bisa kita lihat di Pulau Doom, dan bagi para wisatawan penikmat wisata sejarah tempat ini sangat mengsyikan, suasana kolonial Belanda yang terdapat di Pulau ini membuka sebuah fantasi kita untuk ikut tengggelam dalam nuansa jaman dulu.

Bila masayrakat kota mengenal dengan kendaraan taksi dari kendaraan mobil, di sini yang dijadikan sebagai taksi adalah sebuah perahu-perahu boat kecil. Di mana perahu-perahu tersebut bersandar di pinggiran dermaga yang sedang berlabuh selayaknya sebuah terminal yang riuh rendah.

Taksi laut itulah yang akan menghantarkan warga Dum yang ingin ke Kota Sorong untuk bekerja atau pun belanja untuk keperluan harian. Jarak waktu tempuh dari Kota Sorong ke Pulau Dum dengan menggunakan taksi laut sekitar +/- 15 menit, dengan tarif Rp. 4000,- / orang. Jasa angkutan taksi laut ini berlangsung 24 jam. Namun, bila menggunakan taksi laut ini pada malam hari biayanya tidak sama dengan siang hari, karena penumpangnya tidak banyak, dan tarif angkutnya Rp. 30.000,- / orang.

Sebagai tambahan informasi, bisnis taksi laut di kawasan ini berkembang sejak ada bisnis transportasi lau antara bekas Bandar Udara Yef man menuju Sorong. Mulai saat itulah bisnis rental perahu Yet Man ke Sorong pulang pergi di kelola bagi sebagian masayrakat Dum. Dan biaya sewa pada waktu itu berkisar Rp. 300.000,- / orang. Namun, setalah Bandar Udara Yat man ditutup, bisni usaha transportasi laut di kawasan ini menjadi sepi. Dan kini sebagian warga masyarakat beralih usaha rental mobil dari Kota Sorong ke kawasan Sorong Selatan, dan sebagian lainnya melayani paket wisata untuk menuju Raja Ampat.

Baca juga : Mengenal Wisata Papua Barat.

Lanjut......
Setalah mendarat di Paalu Dum, kita akan akan dijemput dengan becak-becak yang sudah mengantri penumpang, dan siap mengantarkan kita untuk traveling Kota Tua Di Pulau Dum Papua Barat ini, atau pun untuk keperluan lainnya. Di daerah ini becak menjadi salah satu kekhasan pulau ini. Dengan biaya ongkos Rp 30.000,- sampai Rp. 50.000,-  kita akan di hantar berkeliling dan jalan-jalan ke seluruh penjuru Dum. Namun, bagi kita yang suka dengan berjalan kaki, kota Dum ini bisa kita jelajahi dengan santai, karena tidak terlalu luas kawasan kota ini.

Masyarakat dan penduduk di kawasan Dum berasal dari berbagai etnis dan suku. Ada yang dari Nusa Tenggara, Jawa, Tionghoa dan Makasar.. Selama perjalanan dari Kota Sorong, Pulau Dum terlihat seperti dipadati rumah-rumah warga. Sebgian rumah masih berada di atas perairan, namun pemukiman warga sebgaian pula sudah memadati daerah kawasan daratan.

Infromasi yang saya terima dari beberapa tokoh masyarakat di lokasi, nama asal mula Dum bermula dari Maladu dari bahasa Moi. Mla berarti gunung; dan dum berarti geloban. Lengkapnya Meladum berarti gunung yang ditumbuhi geloban (yaitu sejenis tumbuh-tumbuhan atau tanaman).

Ada banyak hal yang dapat kita temukan Dum, salah satunya adalah bangunan jaman Belanda yang terletak di antara pemukiman dan daun yang tumbuh dengan lebat di kawasan ini, di sana terdapat sebuah komplek wsarisan jaman kolonial Belanda yang tertata rapih dengan tembok tebal dan kokoh yang di diami warga Dum. Konon, dulunya bangunan tersebut digunakan kolonial Belanda sebagai kantor, gudang dan pemukiman. Dan fasiltas publik masih membekas di sejumlah sdut Dum seperti jaringan air bersih, listrik, dan hunian warga dari keturunan orang Tiongkok.

Lanjut.........
Menurut informasi, dulunya Dum menjadi pusat kolonial Belanda yang di lengkapi fasilitas penunjang. Dan Belanda mulai membangun kawasan ini menjadi daerah pemukiman pada tahun 1908, kemudian disusul oleh orang Malaku yang menjalankan misi agama dengan kegiatan gereja. Hal inilah yang menjadikan kawasan Dum menjadi berkembang dan menjadi pangkalan strategi bagi Belanda sebelum peradaban menyentuh Sorong, di mana Kota Sorong masih berupa hutan belantara.

Dalam catatan perjalanan sejarahnya Dum terkenal dengan sebutan "The Haven van Doom", dan dikenal sebagai tempat niaga hasil laut dan kopra  Hingga kini gudang penyimpanan kopra masih dapat kita temukan di kawasan Dum, bila kita traveling kota tua di Pulau Dum Papua Barat kita dapat temukan gedung tersebut.

Sedangkan untuk lokasi yang paling tertua di Papua ada di kawasan Dum ini dan lokasi ada di  lapangan sepak bola. Dan bangunan Gedung Kesenangan buat berdansa pun hingga kini masih berdiri kokoh dan dihuni oleh satu keluarga, di bangun dari kayu besi dan msaih terdapat sisa-sias meja bar untuk melayani para tentara Belanda dulunya.

Sebuah banguanan rumah ibadaa gereja berwarna kuning yang berdiri pada tahun 1911 dengan dinding pelepah sagu yang kini tidak berfungsi lagi sebagai tempat ibadah, dan hanya sebagai tempat Pusat Pembinaan Warga Gereja Jemaat Bethel Dum. Sedangkan untuk aktifitasnya ibadahnya kini di pindah di atas puncak bukit Pulau Dum.

Banyak kisah dan cerita dengan peninggalan situs-situs bangunan tua di kawasan Dum yang bisa kita nikmati pada saat traveling di kota tua kawasan Papua Barat. Setelah puas berkeliling di kawasan Dum, kita bisa berlanjut ke pulau-pualu di sekitar kawasan ini, seperti Raam, Soop, hingga Yef Man dekat dengan Sorng yang menjadi tujuan pertama sebeluk ke Raja Ampat. Pulau yang padat ini bisa mejadi sebuah selingan perjalanan wisata kita pada saat kita berkunjung di kawasan Papua Barat.

Baca juga : Belajar Dari Kearifan Masyarakat Lompitol Raja Ampat.

Sebagai catatan, bila kita berkunjung ke kawasan Pulau Dum Papua Barat, jangan lupa untuk mencoba makanan khas tradisionalnya, apalagi bila kita bisa mencicipi jenis kuliner yang terbuat dari sukun yang diberi dengan gula kelapa itu rasanya enak banget di lidah loh.....

Semoga artikel perjalanan wisata ini dapat menjadi sebuah acuan bila para sahabat atau pun pembaca setia Ejawantah Wisata yang akan melakukn aperjalanan wisata di kawasan daerah timur Indonesia yang dikenal sebagai salah satu surganya dunia yang masih asri dan indah. Dan salah satunya kita bisa melakukan Traveling Di Kota Tua Pulau Dum Papua Barat.[]



Salam wisata,

Menelusri Legenda Meriam Puntung Di Isatana Maimun

http://www.ejawantahtour.com/2014/09/menelusri-legenda-meriam-puntung-di-istana-maimun.html Menelusuri Legenda Meriam Puntung Di Istana Maimun.-  Di dalam area Istana Maimun kita akan menemukan sebuah koleksi yang bernama Meriam Puntung, bentuknya tidak terlalu panjang, karena meriam ini hanyalah berupa potongan, namun meriam ini memilki kisah cerita legenda yang unik dan menarik bila kita melakukan perjalanan wisata di Isatana Maimun Kota Medan.

Di kisahkah oleh sorang pemandu wisata di kawasan Isatana Maimun tentang cerita legenda Meriam Puntung ini dalam menjabarkan tulisan dalam sebuah prasasti. Konon pada jaman dulu di Kerajaan Timur Raya hiduplah seorang putri yang cantik jelita bernama Putri Hijau. Disebut demikian karena sang putri memiliki tubuh yang selalu memancarkan warna hijau, dan dia memiliki dua orang saudara laki-laki yang bernama Mambang Yasid dan Mambang Khayali.

Suatau ketika, ada seorang Raja Aceh yang jatuh hati dengan kecantikan sang putri dan berniat meminangnya. Namun, pinangan tersebut ditolak oleh kedua saudara laki-laki sang putri. Raja Aceh pun marah lalu menyerang Kerajaan Timur Raya. Raja Aceh berhasil melumpuhkan Mambang Yasid, namun tidak Mambang Khayati. Ketika tentara Aceh hendak masuk Istana untuk menculik Sang Putri Hijau, mendadak terjadi suatu keajaiban, Mambang Khayati tiba-tiba berubah menjadi sebuah meriam dan menembak kearah lawan dengan tanpa henti ke arah tentara Aceh.

Karena merim secara terus menerus menembaki ke arah lawan tanpa henti, meriam terpecah menjadi dua bagian. Konon, bagian depan meriam di temukan di daerah Surbakti di dataran tinggi Karo dekat Kabanjahe. Sementara untuk bagian belakang meriam terlempar ke Labuhan Deli, yang kemudian dipindahkan ke Isatana Maimun. Dan untuk masyarakat Medan sendiri menyebut meriam ini dengan sebuatan merian puntung.

Cerita legenda meriam Puntung ini bisa kita dapatkan bila kita mengunjungi tempat wisata sejarah dan budaya di Istana Maimun Kota Medan. Untuk mengetahui pesona dan keindahan Istana Maimun teman-teman dan pembaca setia Ejawantah Wisata dapat baca : Wisata Sejarah Dan Budaya Di Istana Maimun Medan.

Ada banyak kisah dalam sebuah bangunan unik dan bersejarah di area kawasan Isatana Maimun, dan salah satu yang dapat kita lihat dan kita dengar langusng dalah kisah meriam puntung, di tempat wisata inilah kita dapat Menelusuri Legenda Meriam Puntung Di Istana Meriam.[]




Salam wsiata,

Wisata Sejarah Dan Budaya Di Istana Maimun Medan

http://www.ejawantahtour.com/2014/09/wisata-sejarah-dan-budaya-di-istana-maimun-medan.html
Wisata Sejarah Dan Budaya Di Isatana Maimun Medan.- Istana yang menjadi tujuan wisatawan dan sering disebut dengan Istana Putri Hijau merupakan warisan dari Kesultanan Deli. Bangunan yang merupakan akulturasi gaya arsitektur enam budaya, yaitu Moghul, Timur Tengah, Spanyol, India, Belanda dan Melayu berdiri kokoh dan berlokasi di Jalan Brigjen Katamso yang tidak jauh dari Masjid  Raya Medan jaraknya.

Bila kita perhatikan bangunan Istana Maimun ini sangat kental dengan pengaruh arsitektur Belanda, bisa kita lihat dari bentuk pintu dan jendela yang melebar tinggi, dan pada bagian pintunya terlihat gaya arsitektur Spanyol. Sedangkan  pengaruh Timur Tengah tampak pada keberadaan lengkungan yang berbentuk kapal terbalik pada bagian atap yang menurut informasinya +/- 5 -8 meter. Dan bentuk gaya arsitektur lengkungan atap Istana Maimun, sangat populer juga di India dan Turki. Dan bangunan Istana ini seprti bangunan Istana raja-raja Moghul.

Istana Maimun yang berdiri dan memiliki tiga ruang utama bangunan induk, sisi bagian sayap kanan, dan juga sayap kirinya. Konon infromasi yang bisa kita dapatkan bila melakukan perjalanan wisata di tempat wisata Medan ini, bangunan induk Istana Maimun disebut dengan Balairung yang merupakan singgasana kerajaan. Menurut informasi luas ruangan ini seluas 412 meter persegi, dan sering dipergunakan untuk acara-acara tertentu seperti acara pesta budaya tempat pertunjukan musik tradisonal Melayu sebagai perayaan perkawinan, dan sebagainya.

Namun, di blik pesona keindahan dan infroamsi tentang sejarah dan budaya di Istana Maimun Medan ini, kita juga dapat menemukan sebuah gambaan kisah yang telah mejadi legenda dan cukup di kenal di kalangan masyarakat. Baca : Menelusuri Legenda Meriam Puntung Di Isataa Maimun Medan.

Informasi, Istana Maimun ini di bangun diatas lahan seluas 2.772 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 14,14 meter. Dan pengerjaannya di selesaikan pada tanggal 25 Agustus 1888 pada masa Sultan Makmun al-Rasyid Perkasa Alamsyah berkuasa. Dan Sultan Makmur merupakan putra sulung dari  Sultan Makmur Perkasa Alam yang menjadi tokoh masyarakat di kenal sebagai pendiri Kota Medan. Istana Maimun ini di rancang oleh seorang arsitek kebangsaan Italia, namun sayangnya sampai saat ini tidak di ketahui namanya tokoh tersebut, itulah informasi yang saya dapatkan.

Jalan-jalan di kota Medan, kuranglah lengkap bila kita tidak mengunjungi sebuah obyek wisata yang memiliki cerita sejarah dan perjalanan asal muasal Kota Medan. Dengan mengunjungi obyke wisata Istana Maimun ini, kita akan mendapatkan banyak pembelajaran, pada saat kita melakukan perjalanan Wisata Sejarah Dan Budaya Di Isatana Maimun Medan.[]


Salam Wisata,

Wisata Budaya Menelusuri Legenda Danau Toba

http://www.ejawantahtour.com/2014/09/wisata-budaya-menelusuri-legenda-danau-toba.htmlWisata Budaya Menelusuri Legenda Danau Toba.-  Danau Toba selain menyediakan sumber air bersih berlimpah, danau yang dikelilingi tebing terjal dengan ketinggian rata-rata 1.200 meter dengan titik terdalam yang terisi air mencapai 500 meter dan terdapat sebuah Pulau Samosir di tengahnya yang merupakan tempat wisata alam dan budaya ang sangat populer dan terkenal di kawasan Sumatera Utara.

Di kawasaan tempat wisata budaya Danau Toba ini, kita dapat menyaksikan perpaduan antara budaya masyarakat yang tumbuh berkembang berdampingan dengan alam, dan Toba mengundang banyak wisatawan hadir di lokasi ini. Di mana bebatuan yang keras menjadi meja altar, kusrsi, patung, bahkan kubur batu (sarkofagus) di tempat wisata Toba. Dan bebatuan Toba telah berperan dalam perkembangan kebudayaan Batak sejak dulu kala.

Konon menurut cerita legenda Danau Toba, kawasan ini merupakan kisah yang menceritakan tentang bagaimana menjaga kehormatan sebuah keluarga, konon ada juga yang menceritakan tentang asal muasal tempat penciptaan bumi tempat mereka tinggal di daerah tanah Toba. Terlepas dari perbedaan menurut keyakinan dan kepercayaan pendapat masyarakat setempat dari beberapa versi cerita legenda Danau Toba ini sangat menarik untuk ditelusuri.

Lanjut…….
Kisah Legenda Danau Toba yang menceritakan tentang bagaimana menjaga kehormatan keluarga konon bermula dari seorang pemuda bernama Toba mendapatkan ikan mas pada saat mancing di parit kecil. Dan ikan mas itu pun berubah secara ajaib menjadi seorang putri cantik. Sang pemuda pun jatuh hati dan menikahinya, lalu lahirlah Samosir.

Sebelum menikah sang wanita meminta persyaratan kepada si pemuda, agar jangan pernah menyebut keturunan mereka sebagai anak ikan. Namun, suatu hari ketika si Toba kalap dan melihat anaknya bandel, ia mengumpat, " Dasar kau anak ikan !".

Seketika itu juga bumi bergoncang, air membuncah dari tanah yang rekah, hujan turun dengan lebat, dan si Toba pun tersadar dan menyesal bahwa umpatannya mengundang malapetaka, kerena dia telah telah membuka rahasia tentang asal usul istrinya yang seharusnya ditutup rapat.

Namun, segalanya sduah terelambat. Sang istri dan ibu dari anak Toba yang kecewa kembali menjadi ikan. Dia melompat dalam sebuah genangan air yang telah menjelma menjadi danau besar. Belakangan danua tersebut dinamakan dengan nama Tao Toba. Adapun sang anak atas petunjuk ibunya selamat dengan mendaki bukit tinggi di tengah danau, yang belakangan di kenal dengan nama Pulau Samosir.

Bila kita mengunjungi Danau Toba di daerah kawasan Sumatera Utara kita dapat melakukan perjalanan wisata yang bukan hanya menikmati keindahan alam Danau Tobanya. Namun, kita pun dapat melakukan perjalanan wisata budaya untuk menelusuri sebuah cerita legenda masyarakat lokal Danau Toba yang cukup unik, seperti cerita legenda tentang asal muasal yang terdapat di kawasan Pusuk Buhit Dauan Toba yang satu ini.

Lanjut……...
Adapun cerita legenda Danau Toba tentang asal muasal tempat penciptaan bumi mereka tinggal di kawasan Toba diceritakan dalam kisah Sianjur Mulamula, yang menurut tradisi lisan Toba berupa terombo (silsilah) yang diwariskan dari generasi, permukiman pertama atau desa yang terorganisasi didirikan di lembah Sianjur Mulamula, kaki Gunung Pusuk Buhit, pantai barat daya Danau Toba.

Konon menurut kisah keperpercayaan orang Batak, tempat Sianjur Mulamula di lereng Pusuk Buhit merupakan tempat pertama kali diturunkannya orang Batak di atas permukaan bumi. Hal ini diyakini oleh mereka secara turun temurun, Deakparujar, putri Batara Guru yang jelita melarikan diri dari kayangan (dunia atas) ke dunia tengah karena enggan dijodohkan dengan Raja Odopodap yang buruk rupa. Waktu itu, dnia bawah masih berupa lautan.

Putri Batara Guru pun turun dengan menggunakan benang yang dipintalnya, terayun-ayun di antara dunia atas dan dunia bawah yang berupa hamparan air. Deakparujar pun memohon segumpal tanah dari Ompu Mulajadi Na Balon (Sang Pencipta) sebagai tempat untuk berpijak, dan permintaan itu pun dikabulkan.

Deakparujar kemudian menyususn tanah itu menjadi pulau yang terhampar di atas lautan, dan menjadikan sebuah perekampungan. Dan kampung mula-mula ini disebut Sianjur Mulamula. Lalu, Raja Odopodap akhirnya menyusul ke bumi baru itu dan menikahi Deakparujar.

Dari kisah legenda putri Batara Guru yang bernama Deakparujar inilah konon, daerah kawasan Pusuk Buhit yang menjadi tempat asal muasal manusia Batak, ia juga memiliki posisi sangat penting dalam hubungan antara dunia atas dan bumi baru sebagai tempat tinggal manusia. Dan Pusut Buhit menjadi semacam jembatan yang menghubungakan dunia kayangan dengan dunia baru.

Melalui Pusuk Buhit inilah konon, Ompu Mulajadi Na Boloan dan segenap penghuni kayangan turun mengunjungi keluarga Deakparujar. Dan dalam kisah selanjutnya ketika Deakparujar menolak kembali ke dunia atas (kayangan), Ompu Mulajadi Na Bolon menjadi resah dan mengirim utusannya yaitu Naga Padoha untuk membujuk Deakparujar kembali ke kayangan.

Naga Padoha lalu berusaha menghancurkan bumi yang dibuat Deakparujar agar tidak ada lagi tempat berpijak dan putri itu bisa kembali ke kayangan. Naga Padoha pun mengguncangkan bumi dan mencabik-cabiknya. Namun, Deakparujar dapat berhasil melumpuhkan Naga Padoha dengan mengkatnya pada hulu pedang atau suhul dalam bahasa Batak Toba.

Maka peristiwa gempa di daerah Toba, menjadi kebiasaan bagi masyarakat Batak Toba sehari-hari sejak dulu kala. Dan oleh sebab itulah menurut kepercayaan mereka, bila terjadi gempa bumi, masyarakat Batak Toba yang masih memiliki kepercayaan dan keyakinan akan cerita mitos legenda asal muasal Danau Toba ini beranggapan bahwa ada Naga Padoha yang sedang mengguncang bumi, dan mereka pun keram meneriakkan "suhul……., suhul……." dengan harapan menakuti si "penyebab gempa" dan agar gempa segera berhenti.

Dibalik keindahan pesona alam Danau Toba, kita akan mengetahui sebuah cerita legenda dari masyarakat lokal yang unik. Terlepas dari sebuah perdepatan yang panjang tentang perbedaan tersebut, kini kita telah tahu bersama, bahwa di balik sebuah budaya terdapat sebuah warna warni tradisi masyarakt lokal  dari Batak Toba yang unik dan memiliki sebuah pembelajaran budipekerti yang unik dan menjadi sebuah aset bangsa Indonesia yang bisa kita temukan pada saat melakukan perjalanan Wisata Budaya Menelusuri Legenda Danau Toba.[]


Salam wisata,

Sumber :
Cerita Masyarakat Batak Toba.

Vivalog Dan AbraResto Mengajak Wisata Kuliner Para Blogger

http://www.ejawantahtour.com/2014/09/vivalog-dan-abraresto-mengajak-wisata-kuliner-para-blogger.html Vivalog Dan AbraResto Mengajak Wisata Kuliner Para Blogger.-  Salah satu media online tersbesar di Indonesia Vivalog dan AbraResto mengajak para blogger aktif untuk menikmati wisata kuliner masakan tradisional Spanyol di Tapas Movida Cipete Raya, Jakarta Selatan. (Kamis,4 September 2014).

Secara pribadi bagi saya Tapas Movida Resto sudah tidak asing lagi dan saya pun telah mengenal setiap jenis makanan di resto ini. Namun, kehadiran saya pada acara gathering dan makan malam bersama Vivalog dan AbraResto kali ini bukan hanya memperkenalkan setiap jenis makanan tradisional dari Spanyol, namun lebih dari itu kita sebagai blogger diajak untuk mengenal lebih jauh Tapas Movida Resto sambil menikmati makan malam. ( Baca :Tempat Wisata Kuliner Spanyol Tapas Movida Cipete Raya (Review))

Suasana malam dan tempat yang cukup romantis di Tapas Movida Resto, dapat membuat komunikasi para pengunjung di tempat ini menjadi menikmati hidangan makan malam yang disediakan resto ini. Tata ruang dengan lampu lilin dan suasana lampu redup, menambah nuansa komunikasi para blogger dan rekan-rekan di Vivalog bersama AbraResto semakin seru.

http://www.ejawantahtour.com/2014/09/vivalog-dan-abraresto-mengajak-wisata-kuliner-para-blogger.html

Suasana makan malam yang diselingi diskusi dari rekan-rekan Vivalog dan AbraResto menambah pengetahuan para blogger, khususnya untuk para blogger yang dapat menyalurkan bakat dan hobi dalam hal menulis dan mengoptimalkan hasil karya kretifitasnya di dunia blogging.

http://www.ejawantahtour.com/2014/09/vivalog-dan-abraresto-mengajak-wisata-kuliner-para-blogger.html

Dalam penjelasannya Kang Rizal dari Vivalog, "Kami selalu membuka kesempatan bagi para blogger yang sedang atau pun mau maju bersama Vivalog dalam memberikan kontribusi artikel original dengan konten menarik di website dan blog pribadinya."

"Para blogger pun memiliki kesempatan yang sama untuk dapat mengikuti setiap kegiatan yang dilakukan oleh Vivalog dengan para sponsor kegiatan yang mendukung aktifitas dunia blogging dan menyalurkan bakat para blogger yang tergabung di Vivalog", lanjut penjelasan Kang Rizal.

http://www.ejawantahtour.com/2014/09/vivalog-dan-abraresto-mengajak-wisata-kuliner-para-blogger.html

Secara pribadi saya selalu mendapatkan ilmu dan informasi tentang dunia blogging bersama teman-teman dari Vivalog, apalagi kita yang memiliki sebuah website atau pun blog pribadi yang selalu memberikan sebuah kontribusi artikel dalam bentuk tema apa pun. Dan di Tapas Movida Resto kita pun akan mendapatak faslitas dan sarana internet gratis Wi Fi dengan koneksi cepat, jadi sambil makan malam atau pun mengadakan pertemuan di resto Tapas Movida Cipete Raya, kita bisa online tanpa koneksi lelet.

Untuk mendaftar menjadi blogger Vivalog kita bisa mudah mengunjungi situs resminya dan bisa di cari di google. Namun hal terpenting dari itu semua adalah bagaimana artikel yang selalu kita kirim ke Vivalog dapat terbit dan dibaca dengan banyak orang dengan konten original dan unik tidak melanggar ketentuan dan hukum yang berlaku.

Sedangkan dari pihak AbraResto sendiri sudah memberikan kepercayaan kepada mitra usahanya yaitu salah satunya Vivalog untuk mengutus para blogger yang aktif dan memiliki konetn yang sesuai di website blognya untuk bisa memperkenalkan program dan konsep dari AbraResto dalam media sosial untuk kuliner, terutama bagi para food blogger Indonesia, atau para blogger yang senang membahas tempat kuliner ataupun makanan. (Baca : Wisata Kulier Abraresto Bersama Vivalog ).

Untuk menu makan malam yang kita nikmati malam ini di Tapas Movida Resto Cipete Raya terdiri dari Brocheta De Pollo (Chicken Brochetta) yaitu ayam yang diberi bumbu rempah dan madu, rasanya cukup nikmat dan pas dengan kombinasi bumbunya.

http://www.ejawantahtour.com/2014/09/vivalog-dan-abraresto-mengajak-wisata-kuliner-para-blogger.html

Ganbas Al Jillo yaitu roti Perancis dengan topping udang dan bawang serta gualmole; Queso Brie yang juga merupakan roti Perncis dengan toping bawang bombay yang di tumis dan di campur dengan buah zaitun; Albondigas con Salsa yitu bakso atau bola-bola daging yang dihidang dala kuah pasta tomat kental, dan Ikan Salmon Con Tomates yang merupakan masakan terbuat dari ikan salmon dengan tomat dan kentang kecil yang dimasak dengan saus khusus.

http://www.ejawantahtour.com/2014/09/vivalog-dan-abraresto-mengajak-wisata-kuliner-para-blogger.html

Di lokasi ini para blogger di beriitahu setiap jenis makanan yang dihidangkan di meja makan, sambil mencatat, dan juga ada yang sambil mendokumentasikan dalam bentuk photo dari setiap makanan yang akan menjadi sebuah artikel kuliner. Enaknya para blogger  langsung mendapat pengarahan dari team Vivalog untuk membuat arikel tentang kuliner yang menarik dan informativ di sini. Bersama Vivalog dan AbraResto blogger mendapatkan pengalaman yang menarik dalam setiap event yang diikutinya, jadi kita juga bisa saling berbagi dan belajar bersama dengan Vivalog dan AbraResto

Tanpa terasa obrolan ringan antara Vivalog Dan AbraResto bersama para blogger pun banyak menghasilkan dan memberikan solusi bagi para blogger untuk dapat mengembangkan hobinya melalui dunia blogging dan media sosial. Dan di bawah ini merupakan cuplikan sederhana dari suasana obralan ringan sambil menikmati hidangan dari Tapas Movida Resto yang terekam dalam gambar video.

Menikmati kuliner bersama Abraresto dan Vivalog merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi para blogger, apalagi kita yang akan membangun sebuah website blog pribadi yang bisa menyajikan konten yang baik, terutama bagi para pecinta kuliner, kita akan dapat dengan mudah mendapatkan segala bentuk informasi tempat makan kuliner yang di refrensikan oleh para pelakukannya langsung melalui situs AbraResto. Sedangkan untuk mendapatkan informasi dari para blogger kita bisa mengunjungi atau pun menjadi blogger di Vivalog, apalagi bagi kita yang memiliki website blog pribadi.

Semoga pengalaman perjalanan wisata kuliner malam di daerah Cipete Raya Jakarta Selatan saya bersama rekan-rekan blogger lainnya dapat bermanfaat bagi para sahabat dan pembaca setia Ejawantah Wisata dan di lain waktu bisa ikut serta dalam kegiatan Vivalog Dan AbraResto Mengajak Wisata Kuliner Para Blogger.[]





Salam wisata,

Tempat Wisata Kuliner Spanyol Tapas Movida Cipete Raya (Review)

http://www.ejawantahtour.com/2014/09/tempat-wisata-kuliner-spanyol-tapas-movida-cipete-raya.html Tempat Kuliner Spanyol Tapas Movida Cipete Raya.- Resto Tapas Movida berlokasi di Jalan Cipete Raya No. 66, Jakarta Selatan, letaknya di pinggir jalan, dan memiliki area parkir yang cukup. tempatnya cukup nyaman, dan terbagi menjadi dua area indoor dan outdoor.

Resto Tapas Movida Cipete Raya terlihat nuansa klasik dan memiliki logo banteng, pada bagian depan terlihat deretan set meja makan dengan sebuah kursi bar tinggi, dan di salah satu sudut ruangan terdapat sebuah area live band. Nuansa negeri Spanyol sangat terasa, dan beberapa lukisan matador dengan penari Spanyol menghiasi dinding di tempat  ini.

http://www.ejawantahtour.com/2014/09/tempat-wisata-kuliner-spanyol-tapas-movida-cipete-raya.html

Masuk ke bagian outdoor, kita dapat menemukan bangku dan kursi yang terbuat dari semen dihiasi ukiran ala Spanyol, kita dapat memilih tempat sesuai kenyamanan dan kebutuhan untuk menikmati menu kuliner Spanyol di ruang outdoor Tapas Movida Cipete Raya seperti bangku yang sudah di pesan untuk saya bersama teman-teman.

http://www.ejawantahtour.com/2014/09/tempat-wisata-kuliner-spanyol-tapas-movida-cipete-raya.html

Untuk pengaturan ruang di tempat kuliner Spanyol Tapas Movida Resto Cipete Raya cukup memberikan ruang gerak bagi kita yang mengunjungi tempat ini. Apalagi bagi kita yang akan melakukan makan siang, atau pun malam bersama keluarga dan teman yang sedang mencari masakan khas kuliner Spanyol di Jakarta.

http://www.ejawantahtour.com/2014/09/tempat-wisata-kuliner-spanyol-tapas-movida-cipete-raya.html

Sesuai dengan nama tempat kulinernya, resto ini menyajikan tapas sebagai menu utama. Sebagai informasi "Tapas" bagi masyarakat Spanyol adalah makanan cemilan, dan biasanya di konsumsi untuk hidangan sarapan pagi, siang ataupun malam, dan pada saat acara-acara tertentu. Pada umumnya masayakat budaya Spanyol tidak mengenal appetizer, main course, atau dessert. Dan mereka makan apapun yang mereka inginkan untuk dijadikan santapan makanan setiap harinya.

http://www.ejawantahtour.com/2014/09/tempat-wisata-kuliner-spanyol-tapas-movida-cipete-raya.html

Albondigas, yaitu kuliner bakso ala Spanyol dengan variasi rasa seperti semur daging ala masakan Indonesia. Baksonya pun dibuat kecil-kecil dan diberi tusukan gigi di atasnya. Bakso ini dimasak dengan onion sauce dan caramel yang menghasilkan rasa gurih berpadu dengan manisnya caramel yang kuat.

http://ejawantahtour.blogspot.com/2014/09/tempat-wisata-kuliner-spanyol-tapas-movida-cipete-raya.html

Tortilla Espanola, ini merupakan omelette asli ala Spanyol, teksturnya lebih padat dan terbuat dari adonan kentang. Saat digigit sangat terasa seperti menggigit cake atau kue, rasanya gurih dengan rasa bawang putih yang sangat tajam dan agak hambar.

http://www.ejawantahtour.com/2014/09/tempat-wisata-kuliner-spanyol-tapas-movida-cipete-raya.html

Untuk menu gorengan ala Spanyol kita dapat mencoba Croquetas, kalau bahasa yang kita kenal sih namanya kroket. Makanan ini di goreng dengan tingkat kematangan yang pas, dengan menggunakan tepung panir yang menjadikannya crunchy dan lembut saat kita gigit. Isi dari Croquetas ini berupa telur dan potongan udang, rasanya gurih.

Dari sekian banyaknya kuliner khas Spanyol di Tapas Movida Cipete Raya, saya sangat tertarik dengan menu kuliner khas tradisional Spanyol berupa sewajan besar Paella Rice atau nasi khas Spanyol. Konon masyarakat Spanyol bila makan itu selalu satu keluarga besar, makanya tidaklah heran bila porsi Paella Rice tempat wisata kuliner Spanyol Tapas Movida Cipete Raya ini sangat besar, bahkan bisa untuk 10 orang. Untuk menu makanan kuliner Paella Rice, saya hanya mengambil sepiring  dengan menu lengkap yang terdapat di dalam wajan yang tersaji.

http://www.ejawantahtour.com/2014/09/tempat-wisata-kuliner-spanyol-tapas-movida-cipete-raya.html

Paella Rice yang terbuat dari beras khas Spanyol dengan tekstur beras untuk nasi Briyani India yang agak tipis dan panjang, namun tidak terlalu tajam seperti nasi Briyani. Sepintas bila saya lihat seperti nasi kuning bila di Indonesia. Warna kuning yang mewarnai nasi ini bukan berasal dari kunyit, melainkan dari bunga Saffron yang memang tumbuh di dataran Mediterania dan sering dipergunakan untuk beberapa masakan khas di beberapa negara Eropa dan India bahkan di Antartika.

Paella Rice dimasaknya agak setengah matang, sehingga saat dimakan masih berasa tekstur berasnya yang sedikit 'crunchy' dan berair. Rasanya gurih dan asin sama seperti rasa nasi kuning di sini, ada rasa seperti nasi bakar. Toppingnya berupa potongan ayam, tomat, kacang polong, dan kacang panjang, kerang, udang, serta irisan daging cumi. Semuanya lengkap menjadi satu wajan dan sangat mengenyangkan.

http://www.ejawantahtour.com/2014/09/tempat-wisata-kuliner-spanyol-tapas-movida-cipete-raya.html

Untuk harga yang ditwarkan di tempat wisata kuliner Spanyol tapas movida Cipete Raya ralative tidak terlalu mahal untuk sekelas masakan kuliner Spanyol yang otentik ini. Dari data yang saya terima untuk harga aneka tapasnya berkisar antara Rp. 17.000,- sampai dengan Rp. 70.000. Sedangkan untuk main coursenya berkisar antara Rp. 60.000 sampai dengan Rp 250.000,- harga ini terlihat sangat mahal, namn main course sangat sebanding dengan porsi hidangannya yang sangat besar.

Tempat yang nyaman, bersih dan pelayanan yang cukup memuaskan bisa menjadi tempat wisata kuliner untuk menemukan menu otentik Spanyol dengan hidangan asli masyarakat Spanyol dengan mudah di kawasan Jakarta Selatan. Dan kita tidak perlu lagi terbang jauh-jauh ke Spanyol untuk mencoba makanan khas tradisional masyarakat Spanyol, cukup dengan mengunjungi Tempat Wisata Kuliner Spanyol Tapas Movida Cipete Raya.[]




Salam wisata.
Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus