Menikmati Sunrise Sikunir Dieng Plateau

Menikmati Sunrise Sikunir Dieng Plateau.- Di puncak bukit Sikunir yang berlokasi di kawasan Desa Sembungan kita dapat menemukan sebuah pemandangan yang indah. Keindahan sunrise di awal pagi selalu hadir dengan warna yang indah menyambut kehidupan awal pagi dengan kehangatan di tengah-tengah sejuknya hawa pegununangan dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah.

http://www.ejawantahtour.com/2014/11/menikmati-sunrise-sikunir-dieng-plateau.html

Menunggu dan menemukan moment indah sunrise di Bukit Sikunir yang terpenting kita harus mendapat dukungan cuaca yang cerah. Bila cuaca mendung atau berawan, tentu keadaannya tidak sebagaus cuaca cerah. Bila sunrise telah terbit kita bisa menikmati secara perlahan pergerakan matahari dari atas Bukit Sikunir Dieng Plateau. Baik kita menikmati sambil bermain dengan sunrise seperti mengacungkan jempol ke matahari, atau dari balik lensa kamera kita mebuat foto-foto indah sambil menikmati keindahan sunrise yang sedang terbit dari balik bukit atau pun pegunungan yang dapat kita lihat dari dataran tinggi Dieng.

http://www.ejawantahtour.com/2014/11/menikmati-sunrise-sikunir-dieng-plateau.html

Momen-momen indah yang terdapat di tempat wisata Bukit Sikunir dapat kita rekam dengan kamera yang kita bawa, baik itu dengan menggunakan kamera poket, smarphone, atau profesional sekalipun. Bila cuaca cerah dan mendukung kita akan menemukan pemandangan cantik di sana. Sambil berekspresi atau pun santai di lokasi dengan suasana sejuk dan hangatnya mentari pagi, kita dapat menikmati Sunrise Sikunir Dieng Plateau.[]



Salam wisata,

PANDUAN WISATA DIENG PLATEAU

http://www.ejawantahtour.com/2014/03/panduan-wisata-dieng-plateau.html
Panduan Wisata Dieng Plateau – Panduan perjalanan wisata ini saya buat bagi para sahabat dan teman-teman dan pembaca Ejawantah Wisata untuk menuju tempat wisata Dieng Plateau. Di mana tempat wisata Dieng merupakan salah satu destinasi wisata yang banyak di minati oleh para wisatawan baik dari domestik dan mancanegara.

Dieng yang terletak di salah satu dataran tinggi antara dua Kabupaten, yaitu Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Lokasi ini di kenal memiliki obyek pemandangan alam yang indah, dengan beragam keunikan seni budaya dan sejarah yang berasal dari jaman peradaban Hindu Kuna.

Namun, sebelum kita mengikuti panduan wisata Dieng Plateau ini, ada baiknya kita harus mempersiapkan segala keperluan dan kebutuhan kita selama perjalanan wisata di tempat wisata Dieng. Karena kawasan tempat wisata Dieng berada pada ketinggian 2.100 meter di atas permukaan laut, dan di kelilingi oelh pegunungan yang sangat indah, dengan suhu 15 – 10 derajat celcius., bahkan pada musim kemarau suhu di lokasi Dieng bisa mencapai 3 -5 derajat celcius.

Barang-barang yang harus kita persiapkan untuk menuju tempat wisata Dieng antara lain :
  1. Baju hangat dan jaket. 
  2. Sarung tangan dan topi kupluk atau penutup kepala yang dapat menutupi telinga. 
  3. Penutup hidung Minyak angin atau penghangat tubuh. 
  4. Kaos kaki Sepatu kats. 
  5. Obat PKKK sebagai persediaan. 

Tempat wisata Dieng memiliki obyek wisata dengan lokasi yang saling berdekatan. Namun, hal yang harus di perhatikan bagi kita yang baru pertama kali ke tempat wisata Deing di lokasi kita akan banyak menemukan tempat penjualan tiket retribusi di setiap obyek wisata Deing, dengan harga yang beragam.

Untuk mempermudah perjalanan wisata kita Dieng, dalam satu hari kita bisa mengunjungi 2 titik lokasi obyek wisata. Bila kita mengunjungi obyek wisata Komplek Candi Arjuna di tempat wisata Dieng pertama kali, kita akan mendapatkan harga dengan dua lokasi obyek wisata. Yang satunya yaitu obyek wisata Kawah Sikidang.

Bagaimana agar perjalanan kita di lokasi tempat wisata Dieng agar tidak bingung ? Bagi para sahabat bisa mengikuti pengalaman perjalanan wisata saya pada saat di lokasi Dieng. Usahakan kita masuk dalam kawasan tempat wisata Dieng pada waktu pagi hari, hal ini agar mempermudah pengaturan perjalanan wisata kita di tempat wisata Dieng.

PANDUAN WISATA DIENG PLATEAU

08 : 30 – 11 : 30 WIB ===> Mengunjungi Komplek Candi Arjuna Dieng.
  • Di lokasi Candi Arjuna Dieng kita dapat mengunjungi :
  • Museum Soeharto – Withlam (Situs Timor-Timor).
  • Sendang Sedayu. Candi Arjuna.
  • Candi Semar.
  • Candi Puntadewa.
  • Candi Sembadra. Candi Srikandi.

11 : 30 – 13 : 00 WIB ===> Gunakan waktu untuk istirahat, makan, Sholat dan bergeser ke lokasi Kawah Sikidang Dieng ( Harga tiket di kawasan Komplek Candi Arjuna Dieng sudah termasuk Kawah Sikidang) itu kalau belum ada perubahan ya.......

13 : 00 – 15 :00 WIB ===> Kita dapat menghabiskan waktu untuk menikmati wisata di tempat wisata Kawah Sikidang. Setelah itu anda bisa menikmati wisata belanja di tempat wisata Dieng dan kembali ke penginapan atau kembali ke daerah asal keberangkatan.

Bila Kita Menginap di Kawasan Tempat Wisata Dieng. Bagi kita yang akan melakukan penginapan di kawasan Dieng, saran saya lebih baik waktu sore hari kita pergunakan untuk mengunjungi kawasan desa atau penduduk setempat, namun kalau keadaan fisik telah lelah lebih baik kembali ke penginapan untuk mempersiapkan tenaga bila akan menikmati keindahan panorama alam sunrise di lokasi Dieng yang dapat di lihat dari bukit Sikunir (Gardu pandang) dan di kawasan Komplek Candi Arjuna.

Bila selesai acara ini, kita bisa melanjutkan perjalanan wisata Dieng menuju ke lokasi lain, atau pulang. Dan perjalanan wisata Dieng kita selesai sampai di sini. Panduan wisata Dieng ini hanya sebuah gambaran dari pengalaman pribadi saya melakukan perjalanan wisata Dieng, dan sifatnya tentative. Dapat teman-teman sesuaikan keadaan dan kondisi pada saat melakukan perjalanan wisata di lokasi Dieng.

Bagi para sahabat dan pembaca setia Ejawantah Wisata yang akan mengetahui keadan dan situasi tempat wsiaat Dieng dapat melihat melalui penayangan di dalam video di bawah ini.

Video Dieng Trip  :

Bagi Kita yang akan melakukan perjalan wisata ini dengan menggunakan transportasi kendaraan umum alias tidak membawa kendaraan pribadi kita bisa menggunakan jenis transportasi sebagai berikut :

Bila menggunakan transportasi Bus : Dari Jakarta atau tempat daerah lain kita bisa mencari jurusan Bus Menuju Wonosobo. Dan turun di terminal Bus Wonosobo. Dari terminal Wonosobo kita bisa melanjutkan perjalanan dengan menggunakan Bus Kecil jurusan Dieng – Batur. Jarak tempuh waktunya dari terminal bus Wonosobo ke lokasi +/- 45 menit.

Bagi yang naik kereta api kita bisa turun di stasiun Purwokerto. Dan dilanjutkan menuju ke daerah Wonosobo dengan menggunakan bus. Dan sisanya kita bisa mengikuti arahan seperti di atas. Bagi yang para sahabat yang berada di luar Pulau Jawa dan menggunakan pesawat terbang, Kita bisa memilih dari lokasi daerah Yogyakarta atau Semarang. Setelah itu perjalanan dapat di lanjutkan menuju daerah Wonosobo, lalu ke Dieng.

Saran saya, bila kita masih canggung berjalan wisata seperti tersebut di atas, ada baiknya kita membawa mobil pribadi atau rental mobil. Dan bagi para sahabat yang berada di lokasi luar Pulau Jawa anda dapat menggunakan jasa rental mobil online dari Kota Semarang atau pun Yogyakarta.(Baca : Sewa Mobil )

Panduan Wisata Dieng Plateau akan membantu para sahabat untuk memberikan solusi perjalanan wisata ke tempat wisata Dieng, dan ini di buat berdasarkan pengalaman pribadi saya dalam melakukan perjalanan wisata di Dieng. Yang perlu kita ingat bahwa, perjalanan wisata merupakan perjalanan liburan yang tidak menyebabkan badan kita harus merasakan seperti kerja rodi, jadi apapun konsep perjalanan wisata kita di tempat wisata jadikanlah perjalanan wisata tersebut dapat dinikmati bersama keluarga dan orang-orang yang kita sayangi,

Dengan memiliki atau pun membuat panduan Wisata Dieng Plateau maka kita akan lebih terarah perjalanan wisata di lokasi Dieng. Dan kita akan lebih mengenal pesona keindahan alam Indonesia dari setiap sudut keunikan yang tidak pernah kita temkan di negeri mana pun bahwa Indonesia adalah negeri yang indah kaya dengan beragam keunikannya.




Salam wisata,

INFORMASI PENGINAPAN DI KAWASAN DIENG

http://www.ejawantahtour.com/2014/03/informasi-penginapan-di-kawasan-dieng.html
Informasi Penginapan Di Kawasan Dieng - Kawasan Dieng Plateau merupakan salah satu tempat tujuan wisata yang banyak di kunjungi oleh para wisatawan domestik mau pun mancanegara dari berbagai belahan dunia. Kawasan tempat wisata Dieng yang memiliki panorama keindahan alam dengan nilai sejarah dan budaya yang unik untuk di telusuri.

Informasi penginapan di kawasan Dieng bisa kita dapatkan di lokasi sekitar tempat wisata Dieng, di mana lokasi tersebut bisa kita temukan beberapa rumah penduduk yang di jadikan tempat penginapan berupa homestay. Adapun daftar nama penginapan di daerah kawasan Dieng adalah sebagai berikut :

Informasi Penginapan Di Kawasan Dieng

 Pondok Bamboo Sendang Sari
Alamat : Dusun Kalikuning Desa sendangsari, Kecamatan Garung, Wonosobo, Jawa Tengah.

Samagraha Homestay.
Alamat : Jl. Argopeni Lowo Ijo. No:2, Kejiwan. Rt:001, Rw:04, Wonosobo, Jawa Tengah.

Homestay Ortegha
Alamat : Jl. Dieng km 5, Munggang Indah, Rt:006, Rw:11, Desa Kalibeber, Wonosobo, Jawa Tengah.

Untuk informasi penginapan di kawasan Dieng, kita akan dengan mudah mendapatkan dari formulir online reservasi penginapan di kawasan Dieng di atas. Melalui formulir online tersebut kita akan mendapat jenis pilihan  untuk lokasi dan model penginapan dengan ketersediaan kamar untuk menginap.


Sebagai catatan kecil dari pengalaman pribadi saya pada saat melakukan perjalanan wisata di kawasan Dieng, untuk mendapatkan penginapan di lokasi tempat wisata sebaiknya di lakukan pada jauh hari sebelum kedatangan kita, hal ini di karena lokasi tempat wisata Dieng sangat di minati para pengunjung dan penginapan selalu penuh di akhir minggu dan hari libur nasional Indonesia.

Semoga informasi penginapan di kawasan Dieng beserta sarana kemudahan yang saya melalui postingan ini dapat membantu para sahabat dan pembaca setia Ejawantah Wisata dalam mendapatkan informasi dengan mudah penginapan di kawasan Dieng.




Salam wisata,

MENELUSURI TRADISI BUDAYA DIENG

http://www.ejawantahtour.com/2014/03/menelusuri-tradisi-budaya-dieng_10.html
Menelusuri Tradisi Budaya Dieng - Kawasan Dieng Plateau merupakan salah satu tempat wisata alam yang memiliki sebuah nilai tradisi budaya yang unik dan menarik untuk di telusuri.

Bila di lihat dari letak geologinya tempat wisata Dieng ini merupakan kawasan sebuah daerah cekungan yang terbentuk akibat terjadinya letusan gunung berapi "Gunung Purba Dieng", di mana dampak dari letusan gunung tersebut mengakibatkan terjadinya pembentukan sedimentasi atau dislokasi di kawasan Dieng ini. Sehingga daerah ini berbentuk sebuah cekungan atau yang di kenal dengan nama "kaldera".

Dampak letusan dari gunung berapi di lokasi kawasan dataran tinggi Dieng tersebut dapat di lihat dari keberadaan sebuah danau atau yang sering disebut dengan "Telaga Balai Kambang" yang indah.

Salah satu yang menarik di tempat wisata Dieng yang menarik untuk ditelusuri adalah nuansa cerita mistisnya yang terdapat di balik keindahan panorama alam Dieng Plateau. Untuk sebagian golongan orang tertentu, tempat wisata Dieng masih dianggap sebagai tempat para arwah leluhur bagi masyarakat penduduk asli setempat. Karena hal ini berakitan dengan nama tempat wisata Dieng itu sendiri yang berasal dari kata "Dyhyang".

Namun, dibalik keindahan alam dataran tinggi Dieng yang begitu indah berupa telaga, kawah, dan perbukitan untuk melihat keindahan pemandangan matahari terbit (sunrise), tempat wisata Dieng ini juga memiliki cerita tradisi budaya masyarakat yang hingga kini masih di jalankan. Apakah tardisi budaya yang menarik di tempat wisata dataran tinggi Dieng ini ? Yuk, ikuti kisah perjalanan saya dalam menelusuri tradisi budaya Dieng kali ini.

Dari informasi yang saya dapatkan dari salah seorang pemandu wisata lokal di tempat wisata  Dieng. Tradisi budaya yang sampai saat ini di lakukan salah satunya adalah anak berambut gimbal. Dari cerita anak berambut gimbal ini pun terdapat beberapa versi, dan salah satunya kita bisa mengetahuinya dari tempat wisata Dieng di kawasan Kawah Sikidang. ( Baca : Kawah Sikidang Dieng Panorma Alam Di Balik Cerita Legenda Kawah Sikidang )

Lanjut..........
Fenomena keberadaan dari anak berambut gimbal bisa kita temukan di tempat wisata Dieng. Namun, keberadaan dari anak berambut gimbal ini tidaklah mudah untuk kita jumpai di setiap kawasan tempat wisata di tempat wisata Dieng. Untuk menemui anak berambut gimbal ini kita harus mengunjungi beberapa desa di kawasan dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah. Di mana di lokasi desa-desa tersebut kita akan dengan mudah menemukan anak-anak yang berambut gimbal dari penduduk asli setempat.

Konon menurut cerita dari para sesepuh desa di tempat wisata Dieng mengenai asal-usul anak yang memiliki rambut gimbal di kawasan ini adalah, si anak tersebut merupakan penjelmaan dari nenek moyang mereka yang menemukan daerah kawasan daerah Dieng, atau sering disebut orang yang melakukan "babat alas" (membuka lahan) di kawasan dataran tinggi Dieng pertama kali, yaitu "Kyai Kolodete.

Tokoh nenek moyang Kyai Kolodete tersebut tidak akan pernah mandi dan mencuci rambutnya, sebelumnya daerah yang ditemukannya itu menjadi makmur penduduknya. Sehingga cerita dari mitos tradisi dataran tinggi Dieng tersebut dianggap benar, dan hingga kini masih terpelihara dan dijaga oleh masyarakat setempat. Dan mitos yang berada di tengah-tengah kehidupan masyarakat asli dataran tinggi Dieng mempercayai dan meyakini jika mereka memiliki keturunan anak yang berambut gimbal,  maka hidupnya pun akan makmur.

Lanjut.......
Dari penuturan beberapa penduduk asli masyarakat dataran tinggi Dieng setempat yang memiliki anak yang berambut gimbal tersebut, anak-anak mereka sebelum mengalami perubahan pada penampilan rambutnya menjadi gimbal. Awalnya anak mereka terserang demam dengan suu tubuh yang sangat tinggi, dan pada saat tidur anak tersebut selalu mengigau (neglindur), dengan kata lain pada waktu tidur sering berbicara sendiri. Menurut pengakuan para orang tua yang mengalami kejadian, situasi hal seperti ini tidak dapat diobati. Dan yang pada akhirnya si anak akan kembali normal dengan sendirinya.

Namun, setelah anak kembali dalam keadaan normal, rambut si anak berubah menjadi gimbal. Konon, menurut cerita, rambut gimbal si anak tidak boleh di potong sembarangan, tanpa keinginan si anak sendiri dengan memenuhi keinginan permintaan si anak tanpa ada unsur paksaan dari pihak mana pun. Bila hal ini di langgar maka, akan terjadi sebuah musibah besar yang akan menimpa penduduk di tempat wisata Deing. Dan si tubuh anak akan sakit dan rambut si anak akan utuh kembali dengan rambut gimbalnya.

Dari kisah kejadian nyata ini lah para penduduk masyarakat asli dataran tinggi Dieng mengadakan upacara sakral yang telah menjadi sebuah tradisi budaya mereka, yaitu tradisi ruwatan bagi anak yang berambut gimbal. Namun, dari salah satu proses perjalanan upacara ruwatan dari anak berambut gimbal di dataran tinggi Dieng ini, si anak harus melakukan proses upacara ritual untuk di mandikan oleh sesepuh ada di kawasan Sendang Sedayu. ( Baca : Sendang Sedayu Dieng Sendang Kuno Peradaban Hindu ).

Berwisata di kawasan dataran tinggi Dieng kita bukan hanya dapat menikmati keindaha alam, namun dengan mengenal lebih jauh sebuah tradisi budaya masyarakat Dieng kita akan dapat mengenal keunikan dibalik keindahan dan pesona dari sebuah nila tradisi budaya masyarakat lokal di tempat wisata Deing Plateau dengan menelusuri tradisi budaya Dieng.


Salam wisata,
Sumber Photo : Dest.

INFORMASI HARGA TIKET MASUK DIENG PLATEAU

http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/09/infromasi-harga-tiket-masuk-dieng.html
Tiket Masuk Dieng Plateau
Informasi harga tiket masuk kawasan wisata Dienga Plateau seharga Rp. 10.000,- / orang (untuk wisatawan domestik) dan Rp. 25.000,- /orang (untuk wisatawan mancanegara).

Harga tiket masuk kawasan wisata Dieng Plateau ini resmi yang di keluarkan oleh Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata daerah setempat. Dengan sekali membayar tiket masuk kawasan wisata Dieng Plateau ini, kita bisa menikmati dua kawasan, yaitu ; kawasan Komplek Candi Arjuna dan kawasan Kawah Sikidang

Kawasan Wisata Dieng Plateau merupakan salah satu kawasan wisata terkenal dan banyak dikunjungi para wisatwan domestik dan mancanegara. Dieng Plateau berlokasi di daerah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. yang terletak di antara dua gunung berapi yaitu Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing ini mememiliki kawasan wisata alam yang indah. Kawasan ini dapat dilihat seperti gambar pada peta yang terpasang di halaman parkir tempat pembayaran tiket masuk Dieng Plateau.

 Informasi  Harga Tiket Masuk Dieng Plateau 

Tiket Masuk Telaga Warna dan Telaga Pengilon
Rp. 7.000,- /orang

Tiket Msuk Dieng Plateau Theater
Rp. 4.000,- / orang

Tiket Masuk Kawah Candradimuka
Rp. 5.000,- / orang

Tiket Masuk Sumur Jala Tunda
Rp. 5.000,- / orang

Tiket Masuk Telaga Mardada
Rp. 5.000,- / orang

Tiket Masuk Museum Kallasa
Rp. 5.000,- / orang

Tiket Masuk Bukit Cikunir
Rp. 7000,- / orang

Tiket Masuk Golden Sunrise
Rp. 4.000,- / orang

Tiket Masuk Kawah Sileri
Rp. 5.000,- / orang

Tiket Masuk Sewa Lahan Parkir di Setiap objek wisata
Kendaraan roda 2 (motor) Rp. 2000,- / motor
Kendaraan roda 4 (mobil) Rp. 2000,-/ mobil
Kendaran bus Rp. 5.000,- / bus.


Informasi Harga Tiket Masuk Dieng Plateau tersebut di atas, merupakan hasil survey penulis pada saat melakukan perjalanan wisata Dieng Plateau. Adapun harga tiket masuk tersbut dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pemerintah setempat melalui kantor Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata.

Semoga Informasi Harga Tiket Masuk Dien Plateau yang penulis sajikan di atas dapat membantu para rekan dan sahabat Ejawantah Wisata untuk mengunjugi tempat wisata Dieng Plateau. Sebelum melakukan perjalanan wisata Dieng Plateau ada baiknya kita mencari tahu terlebih dahulu perkembangan Informasi Harga Tiket Masuk Dieng Plateau.



Salam Wisata,

TEMPAT WISATA DIENG PLATEAU

http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/08/tempat-wisata-dieng-plateau.htmlTempat Wisata Dieng Plateau yang banyak di datangi oleh para wisatawan dalam negeri mau pun mancanegara yang sempat penulis abadikan dengan kamera photo pada saat melaukan perjalanan wisata Dieng Plateau. Tempat wisata ini bukan hanya menyajikan pemandangan yang indah, namun juga menyajikan situs bersejarah yang bernilai tinggi.

Banyak manfaat yang akan dapat kita terima pada saat kita hadir di tempat wisata Dieng Plateau, kita akan di ajak dalam sebuah dimensi ilmu pengetahuan tentang peradaban manusai dan alam yang dapat bersinergi membangun keselarasan untuk menciptakan suatu kedamaian hidup bersama dengan pesan norma kehidupan.

Adapun tempat wisata Dieng Plateau yang pernah penulis kunjungi dapat anda lihat melalui daftar di bawah ini yang saya buat. Melalui tempat-tepat wisata yang penulis datangi ini kita akan mendapatkan berapa informasi tentang wawasan situs bersejarah yang bernilai tinggi, dan anda dapat mengunjunginya satu persatu.

  1. Situs Soeharto - Whitlam.
  2. Sendang Sedayu.
  3. Candi Arjuna.
  4. Candi Semar.
  5. Candi Puntadewa.
  6. Candi Sembadra.
  7. Candi Srikandi.
  8. Tempat Petapa Dieng Mbah Fanani
  9. Kawah Sikidang.

Dari setiap tempat wisata Dieng Plateau tersebut di atas, ada beberapa rekan yang bertanya mengenai tiket harga masuk di obyek wisata Dieng. Adapun untuk informasi tersebut anda dapat mengunjungi halaman Informasi Harga Tiket Masuk Dieng Plateau. ( Baca : Informasi Harga Tiket Masuk Dieng )

Semoga dengan pengalaman pribadi penulis mengunjungi tempat wisata Dieng Plateau dapat memberikan informasi spot dan view dan wawasan dari situs bersejarah yang terdapat di setiap lokasi tempat wisata Dieng Plateau yang memiliki pemandangan yang indah  sebabagi tempat wisata yang selalu di gemari dan di incar para pekerja seni dan hobi photography dan videomaker di tempat wisata Dieng Plateau, dan menjadi salah satu tempat tujuan wisata Candi di Indonesia. Selamat menikmati tempat wisata Dieng Plateau.


Salam wisata,

CANDI SEMBADRA DATARAN TINGGI DIENG

http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/08/candi-sembadra-dataran-tinggi-dieng.htmlCandi Sembadra Dataran Tinggi Dieng merupakan salah satu bangunan situs candi Hindu kuno yang tertua di Pulau Jawa. Lokasi Candi Sembadra ini berada di dalam lingkungan komplek Candi Arjuna dataran tinggi Dieng. Candi Sembadra beralamat di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten, Banjarnegara, Jawa Tengah, Indonesia.

Menelusuri situs Candi Sembadra di lokasi dataran tinggi Dieng merupakan penenelusuran situs candi terakhir yang penulis lakukan di area kawasan komplek Candi Arjuna dataran tinggi Dieng. Di mana dalam kawansan komplek Candi Arjuna ini terdapat lima buah situs candi, yaitu Candi Semar, Candi Arjuna, Candi Puntadewa, dan Candi Srikandi. Sedangkan untuk lokasi tempat para pelaku ritual di kawasan ini, sebelum mereka melakukan ritual di setiap candi yang berada di lokasi komplek Candi Arjuna, mereka diharuskan melakukan ritual pembersihan diri terlebih dahulu di kawaan Sendang Sedayu yang terletak di sebelah kanan dari pintu masuk area komplek Candi Arjuna.

Bila kita lihat dan perhatikan Candi Sembadra ini memiliki bentuk arsitektur candi berupa bujur sangkar, di mana kita terlihat di sisi selatan, timur dan utara candi terdapat bagian yang menjorok keluar yang membentuk relung seperti bilik penampil. Pintu masuk Candi Sembadra ini terletak di sisi sebelah barat dan dilengkapi dengan bilik penampil. Adanya bilik penampil yang berada di sisi barat dan relung di ketiga sisi lainnya membuat candi terlihat seperti bagunan poligon. Dan termasuk salah satu Candi yang berada di dataran tinggi Dieng.

Lanjut........
Pada halaman luar Candi Sembadra terdapat batu yang tertata rapih sebagai jalan setapak untuk menuju pintu masuk candi. Sepintas candi ini terlihat seperti bangunan yang bertingkat, dan atap Candi Sembadra terlihat berbentuk kubus yang ukurannya hampir sama besar dengan ukuran bangunan candi. Namun, sayangnya atap Candi Sembadra terlihat sudah hancur dan tidak terlihat seperti bangunan candi aslinya. Dengan mengitari bagunan Candi Sembadra, kita akan melihat dan menemukan relung-relung kecil di setiap sisi atap candi, dmana menurut informasi yang penulis dapatkan tempat tersebut dipergunakan untuk menaruh arca candi.

Setelah mendapatkan banyak informasi Candi Sembadra yang berada di dalam area komplek Candi Arjuna. Maka penulis mempersiapkan diri untuk beralih ke obyek wisata Dieng lainnya. Obyek wisata yang akan dikunjungi selepas mengunjungi komplek Candi Arjuna adalah obyek wisata Kawah Sikidang, di mana di area tersebut kita dapat menyaksikan fenomena alam dengan sebuah cerita legenda asal mula terjadinya ritual mistis tentang rambut anak-anak gimbal penduduk asli dataran tinggi Dieng.

Semoga perjalanan wisata penulis kali ini di kawasan komplek Candi Arjuna dataran tinggi Dieng dapat memberikan informasi positif kepada para rekan dan sahabat pecinta Ejawantah Wisata tentang keindahan fenomena alam dataran tinggi Dieng bersama nilai seni dan sejarah yang tinggi.

Dan bagi para pecinta dunia photography dan video maker, dataran dieng sangat menjanjikan suatu spot pemandangan yang indah, dan banyak sekali titik view yang bagus di lokasi ini, namun sayangnya pada perjalanan wisata kali ini penulis tidak memiliki banyak waktu untuk mengambil gambar video di dataran tinggi Dieng ini. Bagi rekan-rekan atau pun sahabat yang pernah mengabadikan melalui video dilokasi ini, sangatlah beruntung, namun bagi yang belum, jangan khawatir, dataran tinggi Dieng akan selalu menunggu kedatangan kita untuk diabadikan oleh para tangan-tangan kreatif seni.

Dapatkan informasi harga tiket masuk Dieng Plateau yang penulis pernah datangi di lokasi dataran tinggi Deing Plateauteau dengan mengunjungi halaman tempat wisata Dieng Plateau.lainnya dan halaman wisata candi di Indonesia.

Selamat menikmati panorama keindahan Candi Sembadra dataran tinggi Dieng !




Salam Wisata,

CANDI SRIKANDI DATARAN TINGGI DIENG

http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/08/candi-srikandi-dataran-tinggi-dieng.html
Candi Srikandi dataran tinggi Dieng merupakan salah satu bangunan situs candi Hindu kuno yang terdapat di dalam komplek Candi Arjuna dataran tinggi Dieng. Situs Candi Srikandi beralamat di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten, Banjarnegara, Jawa Tengah, Indonesia.

Menelusuri situs Candi Srikandi yang terletak disebelah utara Candi Arjuna terlihat berbentuk kubus dan di sisi timurnya terdapat anak tangga dengan bilik penampil yang menghubungkan daratan menuju pintu masuk candi yang kecil. Pahatan dengan ukiran indah yang terdapat didinding candi menggambarkan seorang tokoh yang bernama Wisnu. Sedangkan untuk di bangian timur Candi Srikandi  terlihat tokoh Syiwa.

Setelah memperhatian setiap keindahan ukiran dari setiap sisi sudut utara dan timur Candi Srikandi, kita bisa menemukan sebuah pahatan ukiran yang berada di sebelah selatan candi yang bergambarkan tokoh Brahma. Namun dari ketiga pahatan ukiran pahatan Candi Srikandi, sebagian besar sudah rusak, sehingga sudah tidak terlihat seperti aslinya.

Mungkin hal ini disebabkan usia bangunan situs Candi Srikandi yang sudah terlalu tua melewati proses alam yang berabad-abad lamanya dengan segala bentuk situasi cuaca alam yang berada di dataran tinggi Dieng.

Penelusuran penulis di area Candi Srikandi memang begitu singkat, hal ini dikarenakan pembagian waktu untuk melanjutkan penelusuran candi yang masih ada di dalam Kawasan Komplek Candi Arjuna dataran tinggi Dieng lainnya, yaitu Candi Sebadra.

Di dalam komplek Candi Arjuna Dieng kita bisa menikmati beberapa objek dari Sendang Sedayu sebagai tempat ritual pencucian rambut anak-anak berambut gimbal pada saat upacara tradisional masyarakat Dieng, Museum Timor-Timur yang mengisahkan perjalanan sejarah wilayah Indonesia di daerah tersebut, dan obyek situs Candi Semar yang pernah dijadikan tempat penyimpanan senjata upacara pemujaan, situs Candi Arjuna yang juga merupakan icon dari Komplek Candi Arjuna di dataran tinggi Dieng, situs Candi Puntadewa, tokoh petapa Dieng Mbah Fanani yang sedang melakukan perjalanan ritual di daerah dataran tinggi Dieng dan obyek wisata Kawah Sikidang yang merupakan obyek kisah Legenda Anak cucu ketrunan Dieng berambut Gimbal.

Datarn tinggi Dieng merupakan fenomena alam yang memiliki sinerji antara seni, budaya, dan alam disertai keyakinan masyarakat yang unik hingga sekarang ini. Suatu peradaban kehidupan yang tetap terjaga dan terlestarikan di dataran tinggi Dieng. Anda akan mendapatkan informasi banyak dengan mengunjungi halaman tempat wisata Dieng Plateau dan halaman informasi harga tiket masuk Dieng Plateau.

Semoga pengalaman penulis pada saat melakukan perjalanan wisata dengan mengunjungi objek wisata candi dataran tinggi Dieng ini dapat menambah pengetahuan untuk kita semua. Selamat menikmati objek wisata Candi Srikandi Dataran Tinggi Dieng.



Salam wisata,

CANDI PUNTADEWA DATARAN TINGGI DIENG

http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/08/candi-puntadewa-dataran-tinggi-dieng.htmlCandi Puntadewa dataran tinggi Dieng merupakan salah satu situs bangunan candi Hindu kuno yang berada di dalam Komplek Candi Arjuna di dataran tinggi Dieng. Candi Puntadewa beralamat di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Indonesia.

Setelah menelusuri Candi Semar dan Candi Arjuna yang berada di dalam Komplek Candi Arjuna di dataran tinggi Dieng, kita bsa berkunjung ke salah satu candi yang letaknya sejajar dan tidak jauh dengan Candi Arjuna. Jarak Candi Puntadewa dan Candi Arjuna berjarak +/- 100 meter.

Sepintas bila kita lihat sosok bangunan Candi Puntadewa terlihat tidak terlalu besar, dan hampir sama seperti candi lainnya. Namun, bila kita perhatikan lebih jauh Candi Puntadewa terlihat lebih tinggi dari candi yang lainnya yang berada di Komplek Candi Arjuna dataran tinggi Dieng.

Tubuh Candi Puntadewa yang berdiri di atas batur bersusun yang memiliki ketinggian +/- 2,5 meter dan memiliki anak tangga yang terbuat dari batu candi yang menghubungkan antara dataran hingga ke pintu mulut candi yang kecil dan terlihat ramping.

Menaiki setiap anak tangga Candi Puntadewa menghantarkan langkah terakhir penulis sampai pada muka pintu masuk dalam tubuh candi. Terlihat dalam tubuh Candi Puntadewa yang dilengkapi pipi candi yang dibuat menjadi dua susun sesuai dengan bentuk candi. Ruang tubuh candi yang gelap dan sempit, terasa sesak dengan hadirnya penulis beserta rombongan dalam tubuh candi ini. Apalagi diluar pintu gerbang candi di sedang dijadikan sesi photo untuk para wistawan yang berkunjung ke Komplek Candi Arjuna, hal ini tidak akan membuat penulis bisa berlama-lama di lokasi dalam tubuh candi. Terlihat pada ketiga sisi candi terdapat jendela yang tertutup yang bingkainya diberi hiasan seperti yang terdapat di pintu masuk Candi Puntadewa dataran tinggi Dieng ini.

Ruangan tubuh candi yang sempit dan sesak mebuat penulis merasa tidak nyaman, dan memilih untuk menelusuri bagunan candi dari luar saja. Melihat atap Candi Puntadewa yang berbentuk kubus besar dengan atap yang rusak, sehingga tidak terlihat lagi bentuk asli bangunan candi.

Pada keempat sisi atap Candi Puntadewa dataran tinggi Dieng terdapat relung kecil sisi atap Candi yang terdapat relung kecil seperti tempat menaruh arca. Dan sebuah pintu candi yang dilengkapi dengan penampilan bilik dan diberi bikai yang berhiaskan motif kertas setempat.

Setiap sisi bangunan Candi Puntadewa dataran tinggi Dieng yang berada dibawah terlihat setiap sisi bangunannya terdapat batu yang tersusun memagari kaki candi. Dan di depan Candi Puntadewa terdapat batu yang disusun berkeliling membentuk ruangan bujur sangkar yang di tengahnya terdapat dua buah susunan tumpukan dua buah batu bulat berujung runcing pada puncak Candi Puntadewa.

Suatu banguanan arsitektur Candi Puntadewa yang indah dan bernilai sejarah tinggi. Dimana bangunan candi ini dapat berdiri dengan kokoh melewati masa berabad-abad hingga sekarang. Kini bangunan candi ini berdiri kokoh di kelilingi tumbuhan hijau dengan warna bunga  yang indah, dipayungi birunya langit yang indah pada hamparan luas area dataran tinggi Dieng.

Setelah mengunjungi Candi Puntadewa rekan-rekan dan pecinta Ejawantah Wisata juga dapat menikmati objek-objek wisata tempat ritual untuk melakukan penjamasan anak-anak gimbal di Sendang Sedayu, Museum Timor -Timur, tempat petapa Mbah Fanani, Candi Semar, Candi Arjuna, Candi Srikandi dan Kawah Sikidang tempat asal mula certa legenda kutukan anak anak gimbal di dataran tinggi Dieng.

Semoga pengalaman perjalanan penulis di Komplek Candi Arjuna dataran tinggi Dieng ini dapat memberikan informasi yang dibutuhkan bagi para rekan dan sahabat Ejawantah Wisata khususnya pada saat melakukan kunjungan di tempat wisata Dieng Plateau, dan dapatkan informasi harga tiket masuk Dieng Plateau sebelum kita mengunjungi Candi Puntadewa dataran tinggi Dieng.



Salam wiaata,

KAWAH SIKIDANG DIENG PANORAMA ALAM DI BALIK CERITA LEGENDA RAJA KIDANG

http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/08/kawah-sikidang-dieng-panorama-alam-di.htmlKawah Sikidang Dieng merupakan salah satu kawah vulkanik yang masih aktif, dan terletak di dataran tinggi pegunungan Dieng. Kawah Sikidang ini terletak di Wilayah Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Indonesia.

Pemandangan alam di kawasan Kawah Sikidang memiliki nuansa mempesona bagi para wisatawan yang berkunjung ke dataran tinggi pegunungan Dieng. Dengan penampakan aktivitas vulkanik kawah Sikidang yang memikat daya tarik tersendiri bagi setiap orang yang mengunjunginya.

Ada banyak hal menarik yang dapat kita temukan di kawasan Kawah Sikidang ini, dari makanan jajan tradisional, souvenir khas Dieng, pertunjunkan senibudaya tradisional masyarakat setempat, hingga fenomena alam yang unik dan klasik disekeliling area kawah sikidang yang dapat kita temui di lokasi ini.

Pada saat penulis menelusuri pintu masuk area Kawah Sikidang terdengar suara musik kesenian tradisonal yang dimainkan oleh sekelompok seniman dengan pakaian yang has daerah setempat untuk menghibur setiap pengunjung yang hadir di lokasi kawah sikidang ini. Hal ini menambah suasana menjadi terhibur, terlihat disekeliling pemain tersebut ada beberapa wisatawan asing yang ikut menari dalam alunan musik yang dimainkan oleh mereka.

Legenda Kawah Sikidang...........
Menelisik sebuah kisah Cerita Legenda Kawah Sikidang yang berasal dari cerita seorang Sang Raja bernama Kidang Garungan yang memiliki kepala berbentuk kidang (rusa), yang terpasang pada papan informasi di area kawah sikidang. Dalam keterangan tersebut dikisahkan Raja Kidang Garungan yang hendak meminang Ratu Shinta Dewi yang terkenal akan kecantikannya, menolak lamaran sang Raja secara halus dengan memberi sebuah syarat untuk dibuatkan sumur yang dalam.

Pada saat Sang Raja Kidang telah menyelesaikan sumur tersebut, Ratu bersama para pengawalnya mengubur hidup-hidup Sang Raja Kidang Garungan yang masih berada di dasar sumur. Hal inilah yang membuat Sang Raja Kidang menjadi marah dan mengakibatkan bumi bergetar dengan mengeluarkan uap dan air panas yang berpindah-pindah layaknya seekor kidang (rusa) yang melompat-lompat. Dalam kemarahanannya Sang Raja Kidang Garungan mengutuk sang Ratu, bahwa semua anak keturunannya akan memiliki rambut gimbal. Dari cerita Legenda masyarakat inilah, terjadinya asal mula mitos penduduk asli masyarakat Dieng yang berambut gimbal.

Masih dalam area Kawah Sikidang.........
Kita dapat menikmati perjalanan disekeliling are Kawah Sikidang dengan menggunakan kendaraan bermotor yang dapat kita sewa di area Kawah Sikidang ini. Menikmati area tanjakan bebatuan dan menyeberangi aliran air panas yang kecil dengan menggunakan speda motor tril bersama pasangan di area ini merupakan petualangan yang mengasyikan bagi sebagian orang.

Bagi kita yang yang tidak suka berpetualang dengan speda motor di area Kawah Sikidang Dieng, kita bisa memilih permainan lainnya seperti berkuda, bersepeda, atau pun dengan permainan lainnya. Namun, dalam menikmati permainan di area Kawah Sikidang Dieng ada baiknya kita harus berhati-hati, dikarenakan area yang terdapat di area sekeliling kawah sikidang Dieng sangat berbahaya penuh batu. Ada baiknya kita menggunakan masker penutup hidung untuk menjaga kesehatan paru-paru kita di area ini. Hal ini disebabkan bau belerang yang berada di daerah sekitar lokasi ini sangat tajam, dan kurang baik bagi kesehatan paru-paru kita.

Banyak spot indah di lokasi kawah sikidang untuk para sahabat yang mencintai dunia photography dan video maker lokasi dataran tinggi Dieng akan membuat kita untuk mendapatkan spot gambar yang indah. Dari fenomena vulkanik gunung berapi hingga pemandangan alam yang indah dapat kita temui di lokasi ini. Jadi bila rekan-rekan memiliki kesempatan hadir di kawah sikidang ini, ambilah photo-photo dengan sudut panorama pemandangan alam indah yang dapat kita temukan pada cuaca cerah di area ini.

Spot spot yang indah dan memiliki nilai situs sejarah di dataran tinggi Dieng, bisa kita dapatkan dilokasi lainnya dengan mengunjungi halaman tempat wisata Dieng Plateau.

Semoga pengalaman perjalanan penulis di area Kawah Sikidang Dieng dapat memberikan ssesuatu yang bermanfaat bagi para sahabat dan rekan-rekan Ejawantah Wisata untuk menambah refrensi tempat perjalanan wisata yang ada di objek wisata Kawah Sikidang dataran tinggi Dieng.


Salam wisata,

CANDI ARJUNA DATARAN TINGGI DIENG

http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/08/candi-arjuna-dataran-tinggi-dieng.htmlCandi Arjuna dataran tinggi Dieng merupakan salah satu situs bangunan candi yang berada dalam Komplek Candi Arjuna. Letak Candi Arjuna pintu mukanya berhadapan dengan pintu muka Candi Semar. Candi Arjuna lokasinya beralamat di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten, Banjarnegara, Jawa Tengah, Indonesia.

Candi Arjuna dataran tinggi Dieng yang berdenah dasar persegi, dengan luas +/- 4 meter persegi yang berdiri di atas batur setinggi +/- 1 meter persegi, dapat kita lihat di sisi sebelah barat candi yang memiliki anak tangga untuk menuju pintu masuk ruangan tubuh candi. Pintu Candi Arjuna yang dilengkapi bilik dan penampilannya sedikit menjorok keluar dari tubuh candi.

Menelusuri setiap dinding Candi Arjuna dataran tinggi Dieng di bagian luar tubuh candi di sisi selatan, barat, dan utara kita akan menemukan sebuah hasil karya seni batu alam candi pada setiap relung tempat meletakkan arca di dinding luar Candi Arjuna. Di atas pintu masuk Candi Arjuna kita bisa dapat menemukan hiasan berupa Kalamakara.

Pada ambang relung Candi Arjuna diberi bingkai dengan hiasan pola kertas tempel dan Kalamakara di atasnya. Pada setiap kaki bingkainya dihiasi dengan pahatan kepala naga dengan mulut menganga. Tepat di pertengahan di pertengahan dinding bawah relung terdapat Jaladwara (saluran air).

Melihat dan memperhatikan atap Candi Arjuna, kita bisa melihat atap candi yang berbentuk kubus tersusun, semakin ke atas bentuknya semakin mengecil, sayangnya bagian atas puncak atap candi sudah rusak. Dan pada masing-masing kubus di setiap sisi atap Candi Arjuna terdapat relung yang di setiap sudutnya terdapat hiasan berbentuk seperti mahkota bulat berujung runcing. Namun, sebagian besar hiasan tersebut sudah rusak.

Di sebelah kiri Candi Arjuna berdiri candi candi yang berjajar, dari Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra. Candi Puntadewa memiliki bentuk yang hampir mirip dengan Candi Arjuna, sementara Candi Srikandi dan Candi Sembadra sedikit lebih kecil dan pendek.

Berdasarkan informasi cerita pemandu wisata lokal dan masyarakat sekeliling area candi dataran tinggi Dieng. Candi Puntadewa yang berada di tengah-tengah Candi Srikandi dan Sembadra sebagai penengah bagi kedua kakak beradik yang sama-sama menjadi istri dari Arjuna tersebut.

Mendengar dari kisah cerita tersebut diatas, bisa kita simpulkan bahwa sosok-sosok bangunan candi yang berada di area komplek Candi Arjuna merupakan sebuah simbol keluarga kecil dari negeri kahyangan yang bahagia. Dan hal ini menjadi suatu pesan tersendiri bagi setip pengunjung yang melakukan wisata di  tempat wisata Dieng Plateau di area Komplek Candi Ajuna Dataran Tinggi Dieng.

Indahnya taman hijau yang ditumbuhi pohon-pohon cemara dan tanaman bunga yang indah di rasakan oleh penulis di sekeliling Komplek Candi Arjuna dataran tinggi Dieng menghadirkan nuansa keindahan di tengah kedamaian serta keheningan sejuknya udara di hari yang cerah pada saat penulis hadir di kawasan Komplek Candi Arjuna dataran tinggi Dieng.

Semoga pengalaman penulis dalam melakukan perjalanan wisata Dieng di area Komplek Candi Arjuna ini, dapat memberikan pengalaman positif bagi para sahabat dan pecinta Ejawantah Wisata pada saat akan melakukan perjalanan wisata di area lokasi Candi Arjuna dataran tinggi Dieng. Para sahabat dapat mengunjungi informasi Harga Tiket Masuk Dieng.



Salam Wisata,

CANDI SEMAR DATARAN TINGGI DIENG

http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/08/kawah-sikidang-dieng-panorama-alam-di.htmlCandi Semar dataran tinggi Dieng merupakan salah satu bangunan candi yang terdapat dalam kawasan Komplek Candi Arjuna di Dataran Tinggi Dieng. Lokasi Candi Semar beralamat di Desa Dieng Kulon, kecamatan Batur, Kabupaten, Banjrnegara, Jawa Tengah, Indonesia.

Nama Candi Semar yang diambil dari sebuah nama tokoh punakawan atau yang disebut pamong dalam sebuah cerita pewayangan para satria Pandawa. Hal ini dapat terlihat pada sosok bangunan yang posisinya tidak berdampingan dengan Candi Arjuna, Candi Puntadewa, Candi Sembadra, Candi Srikandi dan candi-candi lainnya di dalam kawasan komplek Candi Arjuna Dataran Tinggi Dieng.

Langit cerah dengan udara dingin yang menemani penulis dalam perjalanan kali ini menelusuri sebuah bangunan Candi Semar setelah dari lokasi Sendang Sedayu Dieng di Dataran Tinggi Dieng. Bangunan candi yang berbentuk persegi panjang beratapkan batu yang berbentuk limasan, dengan dasar dinding candi polos, menarik perhatian penulis untuk mengunjungi sosok situs bangunan candi ini.

Mernurut informasi yang penulis dapatkan dilokasi dari pusat informasi komplek Candi Arjuna, Candi Semar dataran tinggi Dieng ini kemungkinan besar mengambil bentuk mendapa, yang menjadi bagian dari candi di Indonsia, sebagai tempat untuk para perziarah dan festival. Dimana sebelum melakukan ziarah di kawasan komplek Candi Arjuna ini, para perziarah melakukan bersih diri di area Sendang Dayu.

Candi Semar dataran tinggi Dieng yang letaknya berhadapan muka dengan Candi Arjuna ini memiliki ketinggian +/- 50 cm, dengan lima buah anak tangga yang akan menghantarkan kita menuju muka pintu masuknya. Bangunan Candi Semar yang tidak memiliki susunan atap, dan bagian dasar pintu candinya yang berupa lantai dengan potongan batu yang bermotif datar dengan kepala naga di ujung bawahnya. Sedangkan di bagian atas pintu terdapat Kalamakara tanpa rahang.

Dengan manaiki lima buah anak tangga penulis sampai di depan muka pintu masuk Candi Semar. Namun sebelum memasuki Candi Semar dataran tinggi Dieng, penulis menyempatkan diri untuk mengabadikan photo di depan pintu masuk Candi Semar.

Memasuki ruangan tubuh Candi Semar di Dataran Tinggi Dieng, bagaikan kita memasuki sebuah ruangan yang dikelilingi oleh alat pendingin ruangan yang membuat seluruh ruangan candi terasa dingin. Pada dinding candi yang berada disebelah kanan dan kiri bangunannya, kita bisa melihat lubang jendela kecil yang berfungsi sebagai jendela. Dan dibagian sebelah selatan, utara, dan barat atau di belakang candi terdapat dua buah lubang jendela kecil. Hal inilah yang membuat suasana di dalam tubuh Candi Semar tidak terasa gelap.

Dengan cuaca cerah kita bisa melihat isi dalam tubuh Candi Semar dataran tinggi Dieng dengan jelas, dari susudan batu alam yang tersusun rapih membentuk bangunan candi, hingga untuk pengambilan spot gambar photo yang dapat ditunjang dengan pencahayaan lampu kamera sedikit.

Walau suasana dalam tubuh Candi Semar dataran tinggi Dieng ini kita diperbolehkan memasukinya, namun yang harus kita perhatikan dalam mengunjungi situs-situs bersejarah candi seperti ini, kita harus tetap dapat menjaga prilaku dan ucapan. Walau bagaimanapun lokasi candi merupakan salah satu tempat peribadatan umat beragama untuk melakukan ritual persembahyangan kepada Tuhan mereka.

Dari informasi yang penulis dapatkan dilokasi, Candi Semar dataran tinggi Dieng pernah dipergunakan sebagai gudang untuk penyimpanan senjata dan perlengkapan ritual pemujaan pada masa lalu. Namun, sayangnya dari pantauan penulis atap puncak Candi Semar terlihat sudah hancur, dan sangatlah sulit untuk mengembalikan nilai sejarah arkeologi dari sebuah bangunan Candi.

Walau terlihat hancur atap candi ini, lokasi area Candi Semar masih dapat kita kunjungi dengan aman dan nyaman. Karena kawasan ini tertata dan mendapat perhatian dari pemerintah daerah dan masyarakat setempat untuk ikut terus melestarikan dan menjaga serta merawat situs candi yang berada di Dataran Tinggi Dieng.

Sebuah karya seni arsitektur yang indah dan memiliki nilai sejarah arkeologi yang tinggi. Walau bangunan Candi Semar ini terlihat kecil, namun dapat berdiri kokoh dengan usia yang cukup tua. Dari catatan sejarah bangunan Candi Semar ini diperkirakan dibangun pada masa Wangsa Sanjaya. Hal ini dapat dilihat pada sebuah tulisan prasasti tertua yang bertuliskan huruf Jawa Kuno pada Arca Syiwa yang ditemukan di kawasan Dataran Tinggi Dieng yang sekarang tersimpan di Museum Nasional di Jakarta.

Perjalanan wisata di Dataran Tinggi Dieng bukan sekedar melintasi jalan dan waktu dengan segala bentuk di tempat wisata Dieng Plateau. Namun, kita harus bisa melihat proses perjalanan waktu yang ada disekeliling kita untuk dapat berinteraksi dalam menerima apa yang kita lihat dan dengar untuk kita rasakan. Sehingga kita dapat dengan mudah berbagi dalam sebuah karya untuk dinikmati bersama di kawasan Candi Semar dataran tinggi Dieng. Para shaabat dan pecinta Ejawantah Wisata dapat mengunjungi halaman informasi untuk mendapatkan informasi harga tiket masuk Dieng Plateau.


Salam wisata,

MBAH FANANI SANG PETAPA DATARAN TINGGI DIENG

http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/08/mbah-fanani-sang-petapa-dataran-tinggi.html
Mbah Fanani Petapa Dataran Tinggi Dieng, - Mbah Fanani merupakan nama julukan yang diberikan kepada masyarakat dataran tinggi Dieng untuk seorang tokoh petapa yang telah lama melakukan petapaan di daerah dataran tinggi Dieng. Dengan wajah putih dan sorot mata yang tajam kehadiran penulis disambut langsung oleh Mbah Fanani di rumah tendanya yang terbuat dari plastik terpal. Walau terlihat ruangan yang begitu sempit dan pengap, namun terpancar sebuah aura positf bening dengan sorot mata yang tajam dari wajah Mbah Fanani Sang Petapa Dataran Tinggi Dieng.

Suara gemuruh kendaraan bermotor yang lalu lalang di depan tenda Mbah Fanani, dan cuaca cerah disertai udara dingin hingga menembus pori-pori tubuh hingga ke tulang, menghantarkan penulis memasuki ruang tenda dari sebuah pinta kecil yang tertutup rapat. Walau hanya waktu sebentar tidak lebih dari 2 menit pertemuan penulis dengan Mbah Fanani Sang Petapa Dataran Tinggi Dieng.

Sosok lelaki dengan berambut gimbal yang terurai panjang tebal hingga kelantai, hanya menggunakan sehelai kain sarung berwarna coklat yang menutupi tubuh, duduk diantara tumpukan kardus itu menerima permintaan penulis untuk bersedia diambil gambar photonya. Hal ini membuat hati penulispun menjadi senang di terima oleh Mbah Fanani Sang Petapa Dataran Tinggi Dieng.

Sebuah lakon atau pun laku tapa yang di lakukan oleh Mbah Fanani di dataran tinggi Dieng merupakan salah satu budaya tradisi yang masih dijalankan oleh beberapa orang di belahan dunia ini. Hal ini sebagai jalan dari kepercayaan dan keyakinan seseorang untuk mendekatkan diri kepada Tuhan mereka. Sudah barang tentu mereka yang melakukan tapa memiliki tata cara tersendiri dan niatan yang hanya diketahui oleh dirinya sesuai dengan apa yang telah mereka percayai dan yakini.

Kisah cerita tentang tokoh Petapa Dataran Tinggi Dieng Mbah Fanani banyak kita temukan dalam sebuah tulisan di website blog yang beredar di dalam dunia internet, bahkan ada yang telah terangkat dalam media massa yang beredar di Ibu Kota. Cerita-cerita tersebut banyak memiliki versi yang berbeda dengan berlatar belakang narasumber yang berbeda-beda, hingga berkembang cerita di tengah-tengah masyarakat dengan versi yang berbeda tentang Mbah Fanani Sang Petapa Dataran Tinggi Dieng.

Kehadiran penulis dilokasi tempat petapaan Mbah Fanani di dataran tinggi Dieng hanya bersifat kemanusiaan dan bersilaturahmi dengan memberikan sedikit makanan dan minuman kepada beliau yang sedang melakukan tapa di daerah dataran tinggi Dieng, pada saat penulis melakukan perjalanan wisata di daerah ini.

Menurut cerita dari  kerabat penulis yang tinggal di dataran tinggi Dieng, Mbah Fanani telah melakukan petapaan di tiga wilayah Dieng. Beliau berasal dari daerah Kuningan, Jawa Barat. Hal ini diperkuat dengan cerita masyarakat setempat yang mengatakan bahwa keluarga Mbah Fanani yang berasal dari daerah Kuningan, Jawa Barat pernah datang ke lokasi petapaan beliau untuk menjemput beliau pulang ke rumah. Namun, pada saat akan berangkat kendaraan yang ditumpangi Mbah Fanani tidak dapat jalan.

Itulah sekelumit cerita garis besar yang dapat penulis ceritakan dalam artikel ini tentang sosok Mbah Fanani Sang Petapa Dataran Tinggi Dieng. Dan dengan tidak mengurangi rasa hormat penulis kepada tokoh Sang Petapa Dataran Dieng Mbah Fanani dan keluarga besarnya, maka penulis tidak akan mengangkat cerita tentang beliau. Biarlah cerita dan maksud tujuan dari tokoh Mbah Fanani sendirilah yang pada saatnya akan bercerita kepada anak cucuk dan keluarga serta kerabatnya, agar tidak terjadi kesimpangsiuran di tengah-tengah masayrakat. Terlebih cerita yang diangkat akan mengganggu dan merugikan kalangan keluarga.

Semoga gambar photo yang penulis dapatkan dan di ijinkan oleh Mbah Fanani Sang Petapa Dataran Tinggi Dieng ini dapat mengobati rasa rindu dan kangen keluarga besar kepada beliau. Bagi rekan-rekan yang akan mengetahui kawasan wisata Dieng Plateau, anda dapat mengunjungi halaman informasi tempat wisata Dienga Plateau dan halaman informasi harga tiket masuk Dieng Plateau.

Terimkasih Mbah Fanani Sang Petapa Dataran Tinggi Dieng.




Salam wisata,

SITUS SOEHARTO - WHITLAM ; SITUS BERSEJARAH TIMOR TIMUR DI ATAS SAVANA

http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/08/situs-soeharto-whitlam-situs-bersejarah.htmlSitus Soeharto -Whitlam merupakan salah satu situs bersejarah yang penulis temukan dalam perjalanan di dataran tinggi Dieng. Alamat Situs Soeharto - Whitlam berada di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Indonesia.

Informasi yang penulis dapatkan di lokasi situs Soeharto - Whitlam merupakan sebuah bangunan sejarah yang menerangkan bahwa pada tanggal 6 September 1974 di pendopo atau rumah kecil mungil ini, tepat di tengah-tengah dataran tinggi Dieng, Perdana Menteri Australia Gough Whitlam mengadakan pembicaraan lanjutan dengan tuan Presiden Soeharto (Presiden Republik Indonesia).

Salah satu topik yang menjadi perbincangan oleh kedua kepala negara ini adalah nasib negara koloni Portugal di dalam wilayah Indonesia, yaitu Timor Timur pada saat itu. Situs Soeharto - Whitlam merupakan situs yang memiliki legenda perjalanan sejarah bagi Negara Republik Demokratik Timor Leste yang pada saat waktu itu masih memiliki nama Timor Timur.

Berkunjung ke Situs Soeharto - Whitlam di Dieng, menghantarkan penulis ikut tenggelam pada suasana dan keadaan pada tahun 1974 di daerah dataran tinggi Dieng yang telah dijadikan sebagai tempat perundingan untuk kedua kepala negara.

Untuk menemukan Situs Soeharto - Whitlam ini, kita dapat temui di pinggir area parkir objek wisata Komplek Candi Arjuna Dieng. Semoga informasi ini bisa membantu dan bermanfaat bagi para sahabat dan pecinta Ejawantah Wisata.

Setelah kita melakukan perjalanan ke Situs Soeharto - Whitlam, kita dapat melanjutan perjalanan menuju pintu masuk kawasan Komplek Candi Arjuna, dengan di sebelah kanan dari pintu masuk kita bisa menemukan Sendang Sedayu.

Untuk informasi tentang obyek wisata Dieng lainnya yang pernah pernah penuli kunjungi, anda dapat mengunjungi halaman tempat wisata Deing Plateau. Dan kunjingilah halaman informasi harga tiket masuk Dieng Plateau.

Semoga perjalanan wisata penulis kali ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi para sahabat dan pecinta Ejawantah Wisata dalam menambah pengetahuan dan wawasan, bila mengunjungi kawasan wisata Dieng, kunjungilah Situs Soeharto - Whitlam.



Salam wisata,

SENDANG SEDAYU DIENG SENDANG KUNO PERADABAN HINDU

http://ejawantahtour.blogspot.com/2013/08/sendang-sedayu-dieng-sendang-kuno.htmlSendang Sedayu Dieng merupakan objek wisata yang berbentuk sumur yang berlokasi di dataran tinggi Dieng, tepatnya di sebelah utara area Darsamala Dieng. Lokasinya tidak jauh dari komplek Candi Arjuna Dieng, yang berada di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Dari informasi yang penulis dapatkan di lokasi. Sendang Sedayu Dieng memiliki peran penting dalam acara budaya Dieng, yaitu sebagai media penjamasan terhadap anak-anak penduduk asli Dieng yang berambut gembel, sebelum rambutnya di potong.

Sendang Sedayu atau Sendang Maerokoco memiliki bentuk persegi empat yang dikelilingi oleh tumpukan batu yang tertata rapih di pinggirannya, dan merupakan salah satu mata air kuno.

Sendang Sedayu memiliki air yang jernih, dan kedalamannya +/- 3 meter, serta tidak pernah mengalami kekeringan pada musim kemarau. Hal ini disebabkan di area sekeliling Sendang Sedayu yang berlokasi di dataran tinggi dan dikelilingi tumbuhan pepohonan dan lahan perkebunan sebagai resapan air.

Sendang Sedayu keberadaannya sudah ada pada masa peradaban Hindu dulu; dan dijadikan bagian dari sarana fasilitas persiapan para perziarah untuk membersihkan diri sebelum melakukan kegiatan ritual upacara keagamaan di komplek Candi Dieng.

Bagi para sahabat atau para pecinta Ejawantah Wisata yang akan mengunjungi objek wisata Dataran Tinggi Dieng, kita dapat menemukan dengan mudah lokasi Sendang Sedayu ini. Sebelum mengarah ke area komplek Candi Arjuna lokasi Sendang Sedayu berada di sebelah kanan dari pintu gerbang masuk komplek Candi Arjuna Dieng.

Dari objek wisata Sendang Sedayu ini rekan-rekan dapat menikmati keindahan sebuah situs bangunan candi bersejarah di dalam Komplek Candi Arjuna dengan mengunjungi Candi Semar, Candi Arjuna, dan candi-candi lainnya di kawasan Dataran Tinggi Dieng.

Semoga pengalaman perjalanan wisata penulis bermanfaat untuk para sahabat dan rekan Ejawantah wisata untuk mengenal tempat wisata Dieng Plateua yang salah satunya salah Sendang Sedayu


Salam wisata,
Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus