KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT SUKU BAJO

http://www.ejawantahtour.com/2014/09/kearifan-lokal-masyarakat-suku-bajo.html Kearifan Lokal Masyarakat Suku Bajo.-  Suku Bajo merupakan suku yang dikenal dengan sebutan gypsi laut, dan keberadaannya bukan hanya di Indonesia, namun hingga ke daerah negeri tetangga yaitu Thailand dan Philipina.

Mayoritas masyarakat suku Bajo ini berikar menjadikan laut sebagai sahabat alam dan memilih laut diantara luasnya daratan sebagai tempat penghidupan mereka. Sulawesi bagian dari ribuan pulau di Indonesia yang menjadi salah satu tempat persinggahan masyarakat suku Bajo.

Masyarakat suku Bajo di sini mayoritas telah memeluk agama Islam, dan rata-rata mereka memiliki kehidupan di atas bentang samudera alias sebagai manusia perahu. Perahu kecil yang dijadikan rumah mereka untuk mengarungi lautan yang luas. Dan permukaan laut yang membentang luas menjadi fenomena pemandangan alam di depan rumah mereka.

Di rumah perahu para keluarga dari suku Bajo tinggal, dan mereka tinggal bersama sanak keluarga untuk membangun kebahagian dan mengikuti bisikan hati. Di belakang rumah perahu masyarakat suku Bajo terdapat perahu kecil yang dikaitkan sebagai pelengkap sarana transportasi tambahan. Dan perahu kecil tersebut sewaktu-waktu dapat dilepaskan untuk berburu ikan di laut lepas.

Keterbatasan akan ruang yang ada di rumah perahu, tampaknya tidak dirasakan sempit bagi mereka masyarakat suku Bajo. Bahkan menurut informasi yang saya terima. di dalam rumah perahu tersebut dihuni dengan 3 kepala keluarga yang mempunyai satu keturunan darah.

Lanjut.........
Masyarakat suku Bajo memandang laut sebagai saudara dan setengah kehidupannya mereka habiskan dengan luasnya laut. Bagaikan burung mencari makanan yang bebas, dari ujung ke ujung masyarakat suku Bajo telah menjelajahi kemegahan birunya sang liga. Ilmu kelautan dan cara hidup yang santun menjadi adat tradisi yang terwarisi oleh masyarakat suku Bajo dari nenek moyang mereka.

Bagi masayrakat Bajo laut merupakan media Tuhan dalam membentuk segala keberkahan. Di laut mereka tinggal, mereka dapat makan, mereka dapat menemukan kesenangan, dan di laut pula mereka membuang segala bentuk kesedihan.

Laut yang luas megah dan kaya, ikan yang beranekaragam serta matahari yang berlimpah merupakan simbol kebaikan alam semesta bagi masyarakat suku Bajo yang menawarkan pesona keindahan yang siap memberikan kehidupan bagi mereka yang memahami alam dan turut menjaganya.

Kearifan lokal Suku Bajo memberikan sebuah pembelajaran bagi kita bahwa dengan sikap yang santun serta pemanfaatan alam yang bijak menjadi sentuhan kelestarian setiap keberkahan yang di berikan oleh Tuhan untuk masayrakat suku Bajo ini.

Lanjut.........
Matahari tak pernah berhenti menyapa embun pagi yang selalu menyinari kehidupan mereka. Di atas laut lepas dengan tiang kokoh yang terpancang batu karang masyarakat suku Bajo yang tetap menjunjung tinggi bumi pertiwi Indonesia.

Salah satu kelebihan dan kemampuan dari orang Bajo salah satunya adalah melakukan penyelaman tanpa bantuan alat pernapasan apapun hingga ke dasar laut, namun sekali-kali mereka terlihat muncul kepermukaan air laut untuk menyambung napas untuk meneruskan kembali perburuan ikan di dalam air laut kembali.

Hanya berbekal kacamata renang dan tombak yang khas, orang Bajo mampu berenang hingga ke dasar laut untuk mencari ikan atau pun kerang hanya seperlunya sebagai memenuhi kebutuhan kehidupan mereka hari ini dan esok hari.

Berapapun jumlah hasil tangkapan ikan, mereka selalu menyapa dengan sebuah senyuman sebagai umpan balik yang terbaik untuk lautan luas yang senantiasa memenuhi segala kebutuhan kehidupan masyarakat suku Bajo.

Lanjut..........
Bila tidak mengembara di laut, orang Bajo singgah di daerah yang memiliki gelombang ralativ tenang di sebuah teluk yang memiliki daratan. Seperti di lokasi inilah mereka mendirikan rumah-rumah panggung sederhana sebagai tempat persinggahan mereka, ketika rumah-rumah perahu mereka berlabuh.

Selain melaut masyarakat suku Bajo juga kerap menggarap sepetak lahan ladang untuk menanam umbi-umbian dan sayuran yang mereka butuhkan sebagai pelengkap makan keluarga. Kosep hidup sederhana dan peyelarasahan dalam sebuah kearifan lokal tradisi masyrakat suku Bajo atau orang sama berjuang mempertahankan kehidupan mereka.

Namun, dari semua potret kearifan lokal masyarakat suku bajo ini ada yang menarik perhatian bagi diri saya di lokasi ini. Di mana dibawah langit dan teriknya matahari mereka selalu teguh menjadi saksi bahwa rahmat Tuhan tidak akan pernah berhenti. Langkah maju yang tidak pernah terhenti, kokoh berdiri menatap langit merupakan wujud dari kepercayaan diri bagi mereka. Meski lautan menjadi tanah air bagi mereka yang tidak berteritorial namun, nama Indonesia tetap di hati sanubari masyarakat suku Bajo ini.

Kearifan Lokal Suku Bajo mengajarkan kepada kita bahwa manusia dan alam merupakan sebuah keserasian Mahakarya Tuhan Yang Maha Esa.  Di mana manusia sebagai simbol keberlangsungan dan keharmonisan kehidupan alam raya sebagai sahabat tempat penghidupan yang selalu diisi dengan sebuah senyum ringan tanpa beban, hidup bersama alam tanpa kesulitan yang menjadikan sebuah barometer cinta kasih mereka terhadap alam. Itulah sebuah pembelajaran dari Kearifan Lokal Masyarakat Suku Bajo.[]


Salam wisata,

Sumber Photo : www.nature.or.id

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus